Batam (ANTARA News) - Hubungan pengurus Qu'ran Centre Batam dengan mitra dan Pemerintah Malaysia tetap baik, tidak terpengaruh suhu politik kedua negara bertetangga yang sedang memanas.

"Hubungan kami dengan Pemerintah Malaysia, tetap baik," kata Direktur Qur'an Centre Batam, Mahadi di Batam, Senin 6 September 2010.

Mahadi mengharapkan hubungan Indonesia dan Malaysia kembali pulih tidak terus memanas.

"Dua negara ini adalah saudara serumpun yang sedari dulu saling mengasihi. Jangan sampai berubah," kata dia.

Mahadi mengatakan harapan agar kedua negara Asia Tenggara itu menyelesaikan masalah secara diplomatik.

Ia mengatakan Pemerintah Malaysia beberapa kali memberikan perhatian khusus kepada Qur'an Centre di Batam atas prestasi mencetak qari dan qariah andal.

Pemerintah Negara Bagian Malaka, juga pernah memberikan bantuan finansial untuk pembangunan asrama Qur'an Centre dan pendidikan qari-qariah kelas dunia.   

Qur'an Centre adalah lembaga pendidikan qari dan qariah berstandar internasional yang beberapa kali menang dalam kejuaraan mengaji tingkat dunia.

Keandalan qari-qariah cilik didikan Qur'an Centre Batam menarik perhatian banyak orang, termasuk Pemerintah Malaysia yang kemudian memberikan bantuan keuangan.

Hubungan Indonesia-Malaysia memanas setelah pada 13 Agustus 2010 kapal patroli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap lima kapal nelayan Malaysia, yang kemudian berujung penahanan tiga aparat KKP.

Akibat kejadian itu, sejumlah organisasi kepemudaan, ormas dan tokoh meminta pemerintah Indonesia bersikap tegas. Bahkan, beberapa bupati memboikot investasi asal negeri jiran.

Namun, dalam pidatonya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak agar menghindari tindakan berlebihan dalam menyikapi ulah Malaysia.

"Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan," kata Presiden.

Presiden mengemukakan, yang dilakukan Pemerintah dalam menyikapi sikap Malaysia belakangan ini adalah cerminan dari keprihatinan bersama.

"Namun, saya mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah," katanya. (Y011A013/Btm1)