Polres Karimun Tangkap Pria Bawa Sabu
Yus, warga Batam Center memperlihatkan sabu-sabu yang ditemukan polisi di saku celananya saat ditangkap di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Senin (8/3). (kepri.antaranews.com/Rusdianto)
Karimun (ANTARA News) - Satuan Narkoba Kepolisian Resor Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menangkap Yus, warga Batam Center, Batam karena membawa sabu-sabu sebesar 1,4 gram dengan nilai Rp2,5 juta ke Tanjung Balai Karimun.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Karimun AKBP Benyamin Sapta, Kamis 10 Maret 2011 dalam keterangan persnya mengatakan Yus ditangkap sesaat setelah turun dari kapal yang membawanya dari Batam di pelabuhan domestik Tanjung Balai Karimun, Senin (8/3).

''Anggota turun ke pelabuhan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada orang dari Batam membawa narkoba,'' katanya didampingi Kasat Narkoba AKP Arwin Wintama.

Kapolres mengatakan, Yus ditangkap di ponton oleh tim buser Sat Narkoba, saat digeledah ditemukan sabu-sabu seberat 1,4 gram dengan nilai Rp2,5 juta di saku celana.

''Dia langsung dibawa ke Mapolres untuk penyidikan,'' katanya.

Sejak Yus ditangkap, lanjut Benyamin, jajarannya selama dua hari berupaya memburu mata rantai peredaran sabu-sabu yang dibawa Yus.

''Kami menetapkan seorang pria berinisial Ai dalam daftar pencarian orang (DPO). Sabu yang dibawa Yus diduga berasal dari Ai, sebagai pengedar, Ai cukup licin karena tidak membawa langsung sabu-sabu tersebut,'' tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Ai yang juga warga Batam sudah lama menjadi target operasi, namun yang bersangkutan selalu lolos dari pengintaian polisi.

''Tersangka Yus kami jerat dengan Undang-undang Narkotika,'' katanya menambahkan.

Catut Bupati

Sementara, Yus membantah sebagai pengedar maupun pemakai sabu, dia mengaku ditawarkan seseorang yang disebutnya sebagai ketua salah satu partai di Batam.

''Saya disuruh ke Karimun untuk mengawal istri bupati,'' katanya.

Sedangkan sabu-sabu yang ditemukan dalam saku celananya, dia mengatakan bahwa sabu-sabu tersebut diselipkan Ai sesaat setelah turun dari kapal.

''Setelah itu saya disergap polisi, saya sempat mengatakan Ai yang menyelipkannya ke saku celana saya, namun polisi tidak berhasil menangkapnya,'' ucapnya. (ANT-RD/Btm2)