Karimun (ANTARA News)- Kepala Sekolah Dasar Negeri 04 Tanjung Balai Karimun, Ibrahim Basirun mengatakan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah triwulan pertama tahun 2011 dari Pemerintah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, lancar.

Pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan pertama kami terima pada hari Kamis pekan lalu sebesar Rp21.835.000, kata Ibrahim Basirun, di Meral, Selasa.

"BOS tersebut dengan asumsi setiap bulan per siswa memperoleh dana sebesar Rp33 ribu dikalikan jumlah murid di sekolah itu sebanyak 225 orang," jelasnya.

Dia menuturkan pencairan dana BOS triwulan pertama di Karimun tidak masalah.

Dirinya mengaku untuk pencairan triwulan kedua sekolahnya belum menerima, karena belum bisa menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) dana BOS ke Pemkab Karimun.

"Sebagian besar waktu kami tersita untuk pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) Maret lalu dan persiapan penyelenggaraan Ujian Akhir Nasional (UAN) awal Mei mendatang," katanya.

Namun untuk biaya talangan operasional penyelenggaraan UAN, dia mengatakan sudah tidak ada masalah.

"Dana talangan untuk operasional UAN akan dicairkan Pemkab pada Kamis (14/4), sehingga tidak masalah jika dana BOS triwulan kedua kami terima,'' ujarnya.

Lebih lanjut dia menuturkan di Karimun dana operasional sekolah sebelum pencairan dana BOS, juga tidak menghadapi kendala berarti asal kepala sekolah memahami teknis administrasi.

"Sebagai contoh untuk membeli buku paket pada Januari tetap bisa dilakukan meski dana BOS belum dikucurkan. Teknisnya kepala sekolah menuliskan pada kwitansi pembelian bahwa pelunasannya akan dilakukan pada Februari," tuturnya.
   
Kas Pembantu

Secara terpisah anggota Komisi A DPRD Karimun membidangi pendidikan, Jamaludin mendukung kelancaran pengunaan dan penyerahan LPj dana BOS.

Pemkab Karimun, kata Jamaluddin harus membentuk kas pembantu untuk menerima pembayaran pajak di kecamatan dan kelurahan/desa di wilayah terpencil.

Keberadaan kas pembantu itu, penting untuk mempermudah pembayaran pajak dari kegiatan yang dibiayai dana BOS dan menekan biaya transportasi.

Selama ini permasalahan yang dihadapi sekolah penerima dana BOS adalah sulitnya untuk membayarkan pajak dari kegiatan seperti pengandaan kertas ujian pra UAS atau UAN, pajak makan dan minum. 

Tanpa kas pembantu pihak sekolah harus membayarkan ke Pulau Karimun Besar," ucapnya.

Dia memaparkan kondisi wilayah Kabupaten Karimun terdiri dari 249 pulau, hanya sekitar 67 pulau berpenghuni.

"Belum seluruh pulau berpenghuni itu disinggahi transportasi umum penyeberangan, kendala sering dihadapi wajib pajak adalah terpaksa mengeluarkan biaya transportasi lebih besar dibandingkan nilai pajak yang akan disetorkan, sementara biaya transportasi untuk pembayaran pajak tidak dianggarkan," paparnya.

Masalah lainnya, kata dia sebagian besar usaha di wilayah terpencil tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sementara usaha yang berhak menarik pajak adalah badan usaha yang memiliki NPWP.

Akibatnya banyak kepala sekolah diwilayah terpencil dituding sebagai penunggak pajak, padahal itu murni bukan kelalaian mereka.

Dampak lainnya penyerahan LPj BOS terlambat karena pajak yang belum disetorkan, efek dominonya dikhawatirkan pencairan BOS triwulan kedua tahun 2011 khusus untuk wilayah terpencil akan terlambat dari jadwal," katanya.
  
Belum Seluruh

Tentang pengawasan yang dilakukan DPRD Karimun, Jamaluddin berpendapat akan terkendala akibat belum seluruh SD dan SMP penerima dana BOS memasang papan transparansi pengunaan dana BOS.

"Selain itu, sampai saat ini kami belum menerima salinan laporan realisasi pengunaan dana BOS yang telah disalurkan Dinas Pendidikan ke sekolah negeri maupun swasta,'' katanya.

Selama salinan itu belum kami peroleh, kami belum bisa mengatakan penyalurannya sudah tepat waktu, tepat jumlah dan tepat guna," ucap dia.

Untuk menyikapi hal itu, pihaknya berupaya semaksimal mungkin menjaring aspirasi dan keluhan dari pihak sekolah maupun wali murid.

"Sejauh ini hanya itu yang baru bisa kami lakukan dan berdasarkan pengamatan kami penyaluran dana BOS triwulan pertama di Karimun cukup lancar," ujarnya.

(ANT-HAM/K005/Btm3)