Tanjungpinang (ANTARA News) - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kepri telah memutus sekitar 1.000 penyaluran air ke rumah pelanggan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang menunggak dan tidak aktif.

Dengan pemutusan itu, kini pelanggan yang dilayani berkurang dari sekitar 17.000 menjadi 16.000 pelanggan, kata Direktur PDAM Tirta Kepri Abdul Kholik Fajdawani, di Tanjungpinang, Kamis.

PDAM Tirta Kepri tetap memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan, seperti dengan mengganti peralatan distribusi air yang rusak ke rumah pelanggan, memperbaiki daerah aliran sungai dan melakukan pendalaman waduk. 

Ia mengharapkan, pelanggan membayar rekening air tepat waktu.

PDAM Tirta Kepri telah mengubah strategi usahanya.

Saat ini, kata dia, manajemen perusahaan lebih memprioritaskan ketersediaan air baku, antara lain dengan memperbaiki Waduk Sei Pulai, yang merupakan satu-satunya sumber untuk pemenuhan air bersih masyarakat Tanjungpinang.

"Sejak Mei 2011 air di Sei Pulau melimpah. Kami berharap pada saat musim kemarau, ketersediaan air tetap terjaga sehingga penyaluran air ke rumah pelanggan berjalan lancar," ujarnya.

Sementara penambahan pelanggan dilakukan setelah Sei Gesek di Kabupaten Bintan dikelola PDAM Tirta Kepri. Kemungkinan pengelolaan air bersih Sei Gesek dilakukan tahun 2012, dan tahun 2013 PDAM Tirta Kepri akan menambah pelanggan.

"Untuk sekarang kami belum dapat menambah pelanggan," katanya.

(ANT-NP/Btm1)