Tanjungpinang (ANTARA News) - PT Perusahaan Listrik Negara Cabang Kepulauan Riau Kecuali Batam, menjelaskan pemadaman listrik pada setiap hari di beberapa kawasan di Tanjungpinang sejak dua pekan terakhir bukan disebabkan kerusakan mesin melainkan pemeliharaan jaringan.

Pemeliharaan dilakukan dengan menebang beberapa batang pohon yang dapat merusak kabel listrik, kata Asisten Manajer Humas dan SDM PLN Tanjungpinang, Nasri, Minggu.

"Pemadaman listrik yang terjadi bukan disebabkan oleh kerusakan mesin, melainkan pemeliharaan jaringan listrik. Listrik dipadamkan pada saat pemotongan batang pohon yang mengganggu kabel," ungkap Nasri.

Ia membantah pemadaman listrik terjadi karena PLN kekurangan daya. Menurutnya PLN Tanjungpinang memiliki daya 44 MW, dengan beban puncak sebesar 42 MW.

"PLN Tanjungpinang memiliki kelebihan daya sebesar 2 MW," ujarnya.

Menurut dia, listrik yang dipadamkan setiap hari sejak dua pekan lalu karena angin kencang dan hujan deras yang disertai petir. Beberapa jaringan litrik rusak akibat angin kencang yang menggerakkan batang pohon di beberapa lokasi sehingga menyebabkan kabel pengantar listrik menjadi rusak.

"Banyak pohon di tepi jalan yang mengancam jaringan listrik PLN. Listrik padam jika kabel terputus karena pohon tumbang," ungkapnya.

Penebangan batang pohon di sekitar kabel yang mendistribusikan arus listrik sudah tidak lagi dilakukan sejak kemarin. Sementara pemadaman listrik tetap terjadi tadi siang di beberapa kawasan di Tanjungpinang.

Terkait permasalahan itu, Nasri mengatakan, petugas teknisi di Pembangkit Listrik tenaga Diesel (PLTD) Suka Berenang, Tanjungpinang, belum mengetahui penyebabnya, karena mesin dalam kondisi baik.

"Mesin pembangkit listrik di PLTD Suka Berenang Tanjungpinang tadi tiba-tiba mati. Namun setelah dihidupkan kembali, ternyata tidak ada kerusakan," katanya.

(ANT-NP/A013/Btm3)