Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam menggelar dialog kebangsaan di Pesantren Al-Kautsar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1433 H.
       
Dialog bertemakan "Dengan Momentum 1 Muharram 1433 H Kita Tingkatkan Semangat
Persatuan dan Kesatuan Bangsa",  itu diikuti puluhan orang siswa SMA/SMK, kata Ketua Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kepulauan Riau (FKPAI Kepri), Rizaldi Siregar, Senin.
       
Pembawa acara dialog yang dihadiri sekitar 150 undangan itu menggunakan bahasa Inggris dan Arab. Dialog tersebut bertujuan memperkuat tali silahturahim serta meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
       
"Ide acara ini bermula dari kerisauan penyuluh agama Islam di Kepri terhadap
sikap umat Islam terhadap Tahun Baru Islam. Hari besar agama Islam itu
nyaris terlupakan oleh sebagian umat Islam, terutama generasi Muda,"
ujarnya.
       
Diskusi kebangsaan juga digelar lomba pidato, yang diharapkan dapat menyemarakan perayaaan I Muharam 1433 H. Selain itu, kata dia, pelaksanaan kegiatan adalah untuk memfasilitasi minat dan bakat generasi muda sehingga bisa menjadi mubaligh muda di Kota Tanjungpinang.
       
Untuk membangun generasi muda sebagai generasi penerus bangsa, maka pemerintah harus bersinergi dalam membangun lembaga pendidikan khususnya pesantren.
       
"Kami berharap dapat membantu menyosialisasikan lembaga keagamaan. Terutama
Pesantren Al-Kautsar di Tanjungpinang agar mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam bentuk sarana dan prasarana pendidikan lembaga Islam," ungkapnya.
       
Sementara pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Tanjungpinang Kyai M Supeno
mengemukakan, Pondok Pesantren Al-Kautsar mulai didirikan pada Tahun 2005. Saat itu Pondok Pesantren masih dikelilingi hutan.
       
Namun dengan kesabaran dan keikhlasan para pendidik Pondok Pesantren yang awalnya hanya berjumlah 6 santri, dan kini jumlah santri lebih dari 80 santri.
       
"Ini adalah acara pertama yang digelar FKPAI di pesantren kami. Kami sangat
terharu, karena pesantren ini terpilih terpilih sebagai tempat dilaksanakan acara dialog ini," ujarnya.
       
Menurut dia, dalam membesarkan pesantren dibutuhkan kesabaran dalam melewati
berbagai ujian dan cobaan. Pesantren Al-Kautsar tetap kokoh dan beraktivitas, meski dihadang berbagai kesulitan.
       
"Dengan semangat untuk membangun generasi muda bangkit kembali," ujarnya.
       
Kegiatan dialog dan Pidato Kebangsaan ini dibuka Kepala Bidang URAIS Kanwil
Kementrian Agama Kepri Mawrin Jamal. Dalam dialog kebangsaan panitia menghadirkan narasuber dari Majelis Ulama Indonesia Kepri yaitu Ashari Abas, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Tanjungpinang Djuramasi Esram dan dari Kanwil Kementerian Agama Bapak Marwin Jamal. Dialog yang berlangsung selama 1,5 jam itu dipandu oleh ustad Bima Saktu, yang juga merupakan Sekretaris Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kepri.
       
Sedangkan kegiatan lomba pidato kebangsaan diikuti oleh 9 Sekolah tingakat SMA se-Tanjungpinang dan ditambah Pesantren Madani Ceruk Ijuk Bintan. Dengan total jumlah peserta adalah 22 Siswa.***