Karimun (ANTARA Kepri) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengharapkan panen perdana ikan kerapu yang dikembangkan dengan sistem karamba jaring apung di Kecamatan Moro terealisasi Juni 2012.
       
"Memang sudah ada bibit kerapu yang beratnya mencapai 400 gram, namun kami merencanakan panen perdana baru dilakukan pada Mei atau Juni," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Karimun Hazmi Yuliansyah di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
       
Hazmi mengatakan, pihaknya telah menyalurkan sebanyak 18.000 bibit kerapu kepada 60 nelayan di Moro. Bibit kerapu tersebut disemai pada 60 unit karamba jaring apung.
       
Seluruh bibit kerapu tersebut didatangkan dari Balai Benih Laut (BBL) Lampung yang bekerja sama dengan BBL Batam.
       
"Bibit kerapu yang disemai untuk setiap karamba sebanyak 300 ekor. Dan, berdasarkan evaluasi, dari total 18.000 bibit yang disemai itu, yang bertahan hidup atau 'survive rasio'-nya mencapai 75 persen. Angka ini terbilang cukup tinggi dan mudah-mudahan sebagian besar dari jumlah itu bisa dipanen," ucapnya.
       
Pengembangan budidaya ikan kerapu, menurut Hazmi merupakan program Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan kabupaten, dengan rincian 30 unit karamba dibangun dengan anggaran provinsi dan sisanya sebanyak 30 unit dianggarkan kabupaten pada tahun anggaran 2011.
       
"Nilai satu karamba sekitar Rp200 juta, bahannya bisa bertahan 20 hingga 30 tahun agar dapat dimanfaatkan nelayan untuk beralih dari nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya," tuturnya.
       
Menurut dia, selain bantuan karamba dan bibit, nelayan juga mendapat bantuan berupa pakan serta bimbingan penyuluh perikanan.
       
"Nelayan tinggal terima bersih karena semuanya dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Selanjutnya kami berharap nelayan bisa mandiri dan mengembangkannya sendiri," ujarnya.
       
Lebih lanjut dia mengatakan pengembangan budidaya ikan kerapu merupakan salah satu program nasional untuk mewujudkan swadaya perikanan.
       
"Pada 2015 kami harapkan sudah dapat mengekspor ikan kerapu yang memiliki nilai ekonomis tinggi," lanjut dia.
(KR-RDT/N001)