Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam bekerja sama dengan pengusaha swasta menawarkan paket wisata laut sekitar Pulau Batam dengan menggunakan kapal tradisional khas Indonesia, Pinisi untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke tempat tersebut.

Kapal wisata yang diberi nama "Nurah Cruise" tersebut didatangkan langsung dari Sulawesi sekitar satu tahun yang lalu khusus untuk paket perjalanan wisata mengelilingi Batam dan Kepulauan Riau,  kata pemilik kapal Ririn Syodikin, di Batam, Minggu.

Ia mengatakan kapal kayu dengan tiga dek tersebut memiliki sembilan layar, terdiri atas dua layar utama dan tujuh layar yang berada di ujung kapal, dek depan dan dek belakang.

Fasilitas yang dimiliki kapal Pinisi ini diantaranya 12 kamar tidur dengan kapasitas dua hingga tiga tempat tidur. Ruangan khusus untuk dapur, ruang makan, fasilitas karaoke dan kabin.

Kapal Pinisi ini digunakan untuk melayani 4 paket wisata laut sekitar Kepri masing-masing paket wisata 7 jam dari Nongsa Point Marina, Nongsa, Batam - Lagoi-Pulau Bintan pulang pergi, Nongsa Point Marina - Pulau Lengkana, Batam, Nongsa Point Marina - Pulau Abang, Batam dan Nongsa Point Marina - Kepulauan Anambas yang terletak di timur laut Pulau Batam selama empat hari dengan kapasitas maksimal 35 orang.

Ririn menjelaskan harga paket wisata Nongsa Point Marina - Lagoi ditawarkan sebesar 90 dolar Singapura per orang.

Beroperasi setiap hari kecuali Jumat dan berangkat mulai dari Nongsa Point Marina setiap pukul 10.00 WIB dan kembali pukul 16.30 WIB.

Setiap paket wisata laut dengan Nurah Cruise dilengkapi dengan fasilitas life jacket, peralatan snorkeling dan asuransi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Yusfa Hendri mendukung kehadiran kapal Pinisi, Nurah Cruise dalam melayani paket wisata laut di Batam dan Kepri.

"Dengan paket wisata ini, diharapkan potensi wisata bahari Batam yang selama ini belum digarap secara optimal akan semakin diminati wisatawan," kata dia.

Ia mengatakan walaupun di Batam memiliki wisata bahari yang sangat bagus seperti di Pulau Abang, namun selama ini tidak ada perusahaan yang melayani paket wisata ke pulau tersebut, sehingga baru sedikit wisatawan yang datang.

"Dengan kapal ini, kami berharap jumlah kunjungan wisata ke Batam setiap tahun akan bertambah sesuai dengan target pemerintah," kata Yusfa. (KR-LNO/Z003)