Batam (ANTARA Kepri) - Penetapan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau untuk pemilu 2014 terancam molor akibat pemadaman listrik.

Anggota KPU Kepulauan Riau, Tibrani di Batam, Jumat, mengatakan seharusnya, menurut UU, penetapan DP4 dilakukan 16 bulan sebelum pelaksanaan Pemilu, yaitu Desember 2012. Namun, pelaksanaan penetapan DP4 di Batam mengkhawatirkan karena arus listrik kerap terputus.

"Jadi Desember 2012 ini kami sudah mulai verifikasi data daftar pemilih sementara (DPS). Kalau kondisinya seperti ini, kita khawatir, tahapan terganggu," kata dia.

DPS yang nantinya ditetapkan dari DP4 yang diserahkan pemerintah kota. Dan DP4 berasal dari data elektronik KTP.

Perekaman data e-KTP di Batam dikhawatirkan terkendala listrik yang kerap padam.

"Setelah DP4, sekitar Februari 2013, KPU sudah melakukan verifikasi DPS, setelah DP4 ditetapkan menjadi DPS," kata dia.

Sebenarnya, kata dia, pemerintah kota menargetkan registrasi data kependudukan untuk e-KTP selesai Oktober 2012, namun bisa molor.

"Seperti kemarin, mati lampu dan warga terhambat dalam pengurusan E-KTP di Lubuk Baja. Walau Wali Kota menargetkan Oktober 2012, data semua sudah masuk, tapi ada kondisi lain," kata dia.

Tibrani berharap pemerintah daerah menyiapkan DP4 sesuai amanat UU.

"Diharapkan, DP4 merupakan data penduduk yang sudah selesai diverifikasi untuk e-KTP, sehingga akurasi data kependudukan lebih baik," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan pelaksanaan perekaman data untuk Kartu Tanda Penduduk elektronik terkendala listrik yang kerap padam dalam dua bulan terakhir.

Selain aliran listrik kerap terhambat, Wali Kota mengatakan naik turun daya listrik juga menjadi kendala perekaman data e-KTP.

Wali Kota mengatakan pihaknya akan memanggil pejabat PLN Batam untuk memastikan pengaliran listrik dalam perekaman data e-KTP. PLN Batam bukan PLN Persero, melainkan anak perusahaan PLN Persero.

Wali Kota menargetkan perekaman data sekitar 707.000 e-KTP selesai Oktober 2012.

Ia mengatakan, perekaman dilakukan hingga malam hari untuk mengejar waktu. Bahkan, perekaman juga dilakukan pada bulan puasa.

"Nanti dibuat 'time schedule.' Puasa tetap bekerja untuk merekam data. Puasa tidak menjadi penghalang," kata Wali Kota.  (Y011/H-KWR)