Tanjungpinang, 21/6 (ANTARA Kepri) - Partai Perjuangan Indonesia Baru mengancam akan memecat dan melakukan penggantian antar waktu terhadap kadernya Rudi Chua yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Ancaman pemecatan itu disampaikan Sekretaris Jendral Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB) Alex Messakh di Tanjungpinang, Kamis, akibat Rudi Chua ikut mencalonkan diri menjadi Wakil Wali Kota Tanjungpinang, berpasangan dengan Husnizar Hood dan tidak mendukung calon yang diusung partainya sendiri yaitu Hendry Frankim-Yusrizal.

"Keputusan tertinggi partai telah memutuskan untuk mengusung Hendry Frankim-Yusrizal, kalau dia (Rudi Chua, red) maju tentu melanggar keputusan partai yang jelas ada sanksinya," kata Alex.

Keputusan pemecatan menurut dia, menunggu pendaftaran usai dan penetapan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang.

Rudi Chua telah diputuskan menjadi pendamping Husnizar Hood yang diusung Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerindra dan Partai Demokrasi Kebangsaan, meski belum mendaftar secara resmi ke KPU.

Selain itu, Rudi Chua juga sudah diganti partainya dari Ketua DPC PPIB Tanjungpinang yang saat ini dijabat Michael.

"Mau jadi apa partai kalau anggotanya bisa suka-sukanya saja dan melanggar aturan partai yang juga ada diktumnya, ya jelas akan dilakukan penggantian antar waktu (PAW) usai dipecat," tegas Alex.

Ia menyebutkan, Rudi Chua juga sudah diperintahkan partai untuk melanjutkan tugasnya sebagai anggota DPRD Kepri, bukan untuk menjadi calon wakil wali kota.

"PPIB harus mendukung calon wali kota, bukan calon wakil," tegasnya.

Alex mengharapkan, semua kader PPIB tunduk terhadap perintah partai untuk memenangkan Hendry Frankim-Yusrizal.

Sejumlah kader PPIB Tanjungpinang yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD juga tidak tampak hadir saat pendaftaran Hendry Frankim-Yusrizal ke KPU Tanjungpinang.

"Bagi kader yang tidak mau mendukung tentu ada sanksinya," tegas Alex.

Sementara itu, Ketua DPD PPIB Kepri, Ramsel Bakkara mengatakan, Rudi Chua tidak pernah berkoordinasi dengan partai apakah akan maju sebagai calon wali kota atau wakil wali kota, baik kepada DPC, DPD, maupun DPN PPIB.

"Dia mendeklarasikan diri sendiri saja," katanya yang menyebut Rudi telah melanggar aturan partai.(T.KR-HKY/S024)