Kas Kostrad Tutup Latihan PPRC di Natuna
Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen TNI Harry Purdianto melepas tanda peserta latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) dalam upacara penutupan di Desa Tanjung, Bunguran Timur Laut, Natuna, Jumat (7/9). Latihan PPRC digelar sejak Selasa (4/9) dengan melibatkan 2.500 personel TNI gabungan. (kepri.antaranews.com/Rusdianto)
Natuna (ANTARA Kepri) - Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Daerah Mayor Jenderal TNI Harry Purdianto menutup latihan gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Kilat XXIX/2012 di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat.

Penutupan latihan dilaksanakan dengan menggelar upacara militer yang dihadiri Bupati Natuna Ilyas Sabli, Ketua Lembaga Adat Melayu Wan Zawali, sejumlah pejabat dan petinggi TNI AD, TNI AU dan TNI AL di wilayah tersebut.

Kas Kostrad Harry Purdianto usai upacara penutupan mengatakan, prosesi latihan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

"Masalah yang dihadapi hanya faktor cuaca, seperti angin kencang sewaktu pendaratan Linud. Kemudian ada beberapa prajurit yang keseleo dan terluka namun sudah dirawat di RSPAD Gatot Subroto," kata dia.

Menurut dia, latihan PPRC merupakan agenda tahunan yang digilir antara divisi I di wilayah barat dan divisi II di timur.

"Pada tahun lalu latihan serupa digelar di Sangata, Kalimantan Timur. Pelaksanaannya bergilir di seluruh Indonesia sesuai perintah Panglima," ucapnya.

Dia mengatakan, pelaksanaan latihan tersebut akan dievaluasi untuk kelanjutan tugas dan latihan berikutnya.

"Peserta cukup serius dalam menjalani latihan," ucapnya.

Asisten Operasi Kostrad Kolonel (Inf) Ainurrahman mengatakan latihan tersebut menjadi tolak ukur bagi komando atas untuk pelaksanaan tugas-tugas TNI dalam menjaga integritas NKRI.

"Latihan ini tidak ada pengaruhnya terhadap kepangkatan. Namun menjadi pertimbangan bagi pimpinan untuk melaksanakan latihan-latihan selanjutnya. Tujuannya untuk menguji kemampuan TNI dalam menghadapi ancaman dan gangguan terhadap pertahanan dan keamanan negara," ucapnya.

Latihan PPRC di Natuna, kata dia, diikuti sekitar 2.500 prajurit dari sejumlah kesatuan. Target latihan adalah merebut kembali Bandara Lanud Ranai serta sejumlah objek vital oleh Batalyon Linud 330 Kostrad.

Kemudian, pendaratan amfibi sekaligus melumpuhkan musuh di Pantai Sengiap oleh Marinir. Terakhir, operasi serangan darat gabungan oleh Linud dan Marinir di Desa Ceruk dan Paleman, Kecamatan Bunguran Timur Laut yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Ranai, ibukota Natuna. 
 
Amanat Panglima

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam amanatnya yang dibacakan Kas Kostrad Harry Purdianto menyampaikan terima kasih atas keseriusan para prajurit yang terlibat dalam  latihan.

"PPRC yang berlatih selama sebelas hari telah mencurahkan tenaga dan pikiran serta kesungguhannya sehingga mampu menyelesaikan latihan dengan aman, tertib dan lancar. Ini menjadi modal yang sangat berharga dalam menyambut tantangan tugas-tugas berikutnya," kata Panglima.

PPRC, lanjut dia, merupakan sebuah kekuatan respon cepat dalam penangkalan dan penindakan terhadap ancaman keamanan negara sehingga memiliki peran yang strategis dalam sistem dan struktur keamanan nasional.

"Latihan PPRC adalah salah satu upaya untuk mengetahui sejauhmana tingkat kemampuan TNI bila dihadapkan kepada perkembangan lingkungan strategis serta tren ancaman akibat makin ketatnya persaingan antarnegara dalam menjaga dan memenuhi kepentingan nasional masing-masing," ucapnya.

Dalam amanatnya, dia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua pihak, terutama kepada pemerintah daerah serta seluruh masyarakat Natuna yang mendukung penuh pelaksanaan latihan.

"Peran serta masyarakat merupakan bentuk semangat bela negara guna bersama-sama TNI menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian Panglima TNI Agus Suhartono. (RDT/N002)

Editor: Nusarina Yuliastuti