Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau, Bambang Marsudi mengatakan untuk mensukseskan KB perlu jaringan organisasi hingga tingkat desa.

"Akan sulit rasanya program KB bisa sukses sesuai harapan jika tidak ada jaringan hingga ke desa. Maka diperlukan petugas seperti penyuluh hingga ke desa," kata dia di Batam, Kamis.

Ia juga mengatakan, program KB tidak akan mungkin sukses jika hanya dilaksanakan oleh BKKBN tanpa adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

"Jaringan hingga tingkat desa akan bisa dibentuk jika semua pihak mendukung program KB. Termasuk pemerintah kabupaten/kota yang mau mengangkat petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) terutama bagi daerah kepulauan seperti Kepri," kata dia.

Bambang mengatakan, pelaksanaan program KB wilayah kepulauan membutuhkan anggaran dan jumlah tenaga pelaksana yang lebih banyak dibanding daerah daratan.

"Pada daerah kepulauan, untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain membutuhkan waktu lebih lama dan biaya lebih mahal. Jadi jumlah tenaga penyuluh di lapangan juga harus lebih banyak," kata dia.

Kepala BKKBN Kepri mengatakan, sejak reformasi jaringan KB yang sebelumnya sudah terbentuk hingga tingkat desa tidak lagi mendapat perhatian. Akibatnya program KB mengalami kemunduran.

"Saat ini jaringan itu mulai kembali dibangun dengan tujuan kembali mensukseskan KB seperti masa sebelum reformasi," kata Bambang.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan kependudukan menjadi masalah utama di Batam yang harus dituntaskan untuk menghindari ledakan jumlah penduduk dan masalah sosial lain.

"Pertumbuhan penduduk di Batam hampir delapan persen. Hal itu harus dikendalikan agar tidak terjadi berbagai masalah sosial di Batam," kata dia.

Dahlan mengatakan, pada 2013 akan mengusulkan formasi PLKB agar program KB di Batam bisa sukses.

"Salah satu cara ialah mengangkat PLKB untuk mensukseskan program KB," kata Dahlan. (LNO/E001)

Editor: Rusdianto