Karimun (ANTARA Kepri) - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, penambahan dokter keluarga yang bertugas di kawasan pesisir dan daerah terpencil pada 2013 tergantung pada usul dari pemerintah kabupaten/kota.
       
"Program dokter keluarga tetap kita pertahankan, namun terkait dengan kemungkinan penambahan jumlah dokter tergantung hasil evaluasi dan usul dari pemerintah kabupaten/kota," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau Tjetjep Yudiana yang dihubungi, Minggu.
       
Tjetjep Yudiana mengatakan, tahun ini jumlah dokter keluarga mencapai 115 orang, meningkat dibanding 2011 sebanyak 100 orang.
       
Ke-115 dokter itu bertugas di kawasan pesisir dan daerah terpencil di tujuh kabupaten/kota, dengan porsi terbesar berada di Kabupaten Natuna, Lingga, Anambas dan Kabupaten Karimun.
       
"Partisipasi dokter dalam menyukseskan program tersebut cukup tinggi, dari 115 orang yang bertugas, hanya satu yang  mengundurkan diri karena urusan keluarga," katanya.
       
Program dokter keluarga merupakan program Gubernur M Sani untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di pulau-pulau terpencil, yang minim peralatan medis serta akses transportasi.
       
Dokter keluarga tidak hanya melayani pasien di puskesmas atau puskesmas pembantu, tetapi juga datang langsung ke rumah-rumah pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
       
"Kepada mereka, Pemerintah provinsi memberikan insentif sebesar Rp7 juta/bulan dipotong pajak. Tetapi, kita juga berharap agar pemerintah kabupaten/kota juga menambah insentif itu karena mereka juga membutuhkan biaya  transportasi, seperti kapal laut atau ojek menuju daerah-daerah terpencil. Kasihan, biasanya tinggal di kota, sekarang mereka berada di desa yang tentunya harus kita perhatikan dengan memberikan tunjangan operasional," ucapnya.
       
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana mengatakan, Pemkab Karimun turut mendorong pelaksanaan program dokter keluarga.
       
"Dari 42 dokter keluarga yang bertugas di Karimun, 35 dibiayai melalui APBD kabupaten, sisanya APBD provinsi," ucapnya.
       
Dia mengatakan, program dokter keluarga efektif mendorong peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pesisir dan daerah terpencil di pulau-pulau.
       
"Program ini terus kita lanjutkan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di daerah terpencil," katanya.(*)

Editor: Dedi