Karimun (ANTARA Kepri) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi Pasar Baru Blok A di Kolong, Tanjung Balai Karimun yang belum layak digunakan meski Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah memulai proses relokasi pedagang.

"Kalau kondisinya masih semrawut. Air tidak ada, listrik juga tidak ada, bagaimana mungkin pedagang bisa berjualan di sini," katanya saat meninjau pasar tersebut, Selasa.

Nurdin yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Abu Bakar dan Kabag Humas Muhammad Yosli juga meragukan sistem pengamanan pasar. Bagian atas pasar yang tidak ditutupi plafon, menurut dia, rawan dibobol pencuri.

"Kalau saya berdiri kemudian ada yang naik ke bahu saya, maka akan sangat mudah ke dalam kios. Isi kios bisa habis dibobol pencuri," ucapnya.

Dalam kunjungannya itu, Nurdin sempat memarahi seorang honorer Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setelah melihat lantai pasar dengan tiga lantai itu dalam keadaan kotor.

"Seharusnya air disediakan dulu. Anda mengerti tentang pasar tidak? Jangan sampai pedagang komplain karena tidak ada air," kata Nurdin yang dijawab honorer tersebut bahwa lantai sudah dibersihkan kemarin.

Nurdin bertambah marah karena Kepala Disperindag Sudarmadi, selaku pejabat yang ditugaskan merelokasi pedagang dari Pasar Puakang ke pasar tersebut sedang keluar daerah.

"Saya minta Pak Sudarmadi menemui saya malam ini juga," katanya.

Nurdin mengatakan, pasar tersebut seyogianya akan diresmikan pada perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Karimun ke-13 pada 12 Oktober 2012.

Ia belum dapat memastikan apakah pasar tersebut tetap diresmikan dengan kondisi pasar yang tidak memuaskan.

"Kita lihat dulu dalam dua tiga hari ini, kalau ada perbaikan baru diresmikan. Yang jelas, dengan kondisi begini tidak mungkin digunakan. Kita ingin kerja yang 'perfect' dan bagus," katanya.

Terkait proses pemindahan pedagang yang mulai dilakukan Disperindag, ia mengatakan tidak bisa dipaksakan jika sarana prasarana terutama air dan listrik belum tersedia.   

"Tidak mungkin pedagang dipindah, tujuan pemindahan 'kan agar mereka bisa lebih enak dan nyaman, begitu juga dengan pembeli. Selain itu, kita menginginkan pelayanan yang lebih baik dari yang telah ada, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Walaupun gedung bagus, pelayanan buruk sama saja tidak ada perubahan," katanya lagi.

Lebih lanjut dia mengatakan, pembangunan Pasar Baru Blok A yang menelan anggaran tahun jamak mencapai Rp5,8 miliar itu bertujuan untuk mewujudkan pasar rakyat yang modern.

"Pasar memerlukan pengelolaan khusus, apalagi pasar ini tempat berjualan ikan yang menimbulkan bau tidak sedap walaupun sudah kering," ucapnya.

Selain itu, kata dia lagi, pasar tersebut dibangun untuk meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat terhadap pasar modern, seperti swalayan.

"Kita tidak mau masyarakat tertindas dengan pasar modern, apalagi, masyarakat Karimun juga sudah mulai modern dengan berbelanja di tempat ber-AC. Tapi kalau air tidak ada, listrik tidak ada, modern macam apa itu," tuturnya.

Dia juga mengatatakan akan terus memantau pengelolaan pasar tersebut sehingga benar-benar siap digunakan.

"Saya akan monitor terus perkembangannya, terus terang kondisinya tidak memuaskan dan saya kecewa dengan diri saya sendiri yang tidak memantau langsung sejak awal," lanjutnya.

Diberitakan, Pasar Baru Blok A merupakan proyek tahun jamak yang diperuntukkan bagi pedagang Pasar Puakang, terutama pedagang sayur dan ikan.

Disperindag, beberapa pekan lalu sudah melakukan pencabutan undi terhadap pedagang mengingat kapasitas pasar tidak mencukupi untuk menampung seluruh pedagang di Pasar Puakang yang mencapai 700 orang. (RDT/M009)

Editor: Miskudin Taufik