Batam (ANTARA Kepri) - Otoritas Bandara Hang Nadim, Badan Pengusahaan Batam, memastikan perangkat Air Traffic Control (ATC) bandara daerah itu berfungsi dengan baik.
       
"ATC dalam kondisi baik," kata  Kasubdit Humas dan Publikasi Badan Pengusahaan (BP Batam), Ilham Eka Hartawan, di Batam, Kepulauan Riau, Senin.
       
BP Batam langsung mengecek kondisi ATC di Bandara Hang Nadim, begitu mengetahui ada kendala pada alat yang sama di Bandara Soekarno Hatta Jakarta.
       
"Informasi itu kami peroleh dari Pak Dendy bagian komersial bandara," kata dia.
       
BP juga langsung memastikan genset bandara berfungsi dengan baik untuk mengantisipasi pemutusan aliran listrik.
       
Sementara itu, BP Batam mengalokasikan anggaran sekitar Rp14,7 miliar untuk memperbaharui teknologi guna mendukung kinerja Bandara Internasional Hang Nadim.
       
Peningkatan kapasitas bandara yaitu pengadaan Aero Web Met senilai Rp2,5 miliar, peralatan x-ray baggage di terminal penumpang Rp399 juta, pengadaan dan pemasangan AC Cassete ruang tunggu gedung terminal Rp509 juta.
       
Selanjutnya peralatan direction fender senilai Rp1,8 miliar, peralatan Aeronautical Data Processing System (ADPS) Rp3,8 miliar, rekondisi peralatan radar cuaca Rp2,6 miliar serta pembangunan dan perbaikan perimetri pagar Bandara dengan anggaran Rp2,8 miliar.
       
Kegunaan direct fender, kata dia untuk menyaring frukuensi Air Traffic Control (ATC) dengan pilot dan ATC sekitarnya, sementara ADPS untuk pendataan penerbangan.
       
BP juga menyiapkan Automatic Message Switching Center (AMSC), Roughtness dan friction runway (Rubber Deposit), dan pembangunan fix gangway dan pengadaan garbarata terminal.
       
"Saat ini pembangunan garbarata sedang dilakukan," kata dia.
       
Sementara itu, radar di Bandara Soekarno Hatta rusak hingga  mengganggu ATC dan pengaturan pendaratan pesawat harus dilakukan secara manual.
       
Kerusakan itu sempat membuat dua pesawat nyaris bertabrakan karena tidak mendapat arahan yang jelas dari ATC.(*)

Editor: Dedi