Batam (Antara Kepri) - Bank Dunia menawarkan pinjaman lunak untuk membiayai proyek publik kepada Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau.
       
"Bank dunia perwakilan Jakarta menjajaki kemungkinan merencanakan fasilitas bantuan infrastruktur di Batam," kata Wali Kota Batam  Ahmad Dahlan usai serah terima jabatan Komandan Lanal Batam, Selasa.
       
Bank Dunia, menurut dia, tertarik memberikan pinjaman lunak jangka panjang untuk membiayai proyek-proyek publik.
        
Wali Kota mengatakan masih mempertimbangkan tawaran Bank Dunia. "Kami membentuk tim kecil untuk mendiskusikannya secara intensif," kata dia.
       
Tim kecil yang terdiri dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota, Bagian Keuangan dan Dinas Pekerjaan Umum ditugaskan membahas kemungkinan pembiayaan pembangunan menggunakan dana dari Bank Dunia.
       
Jika dimungkinkan, kata Wali Kota, dana itu akan digunakan untuk pembangunan jalan, drainase dan jaringan serta fasilitas air di Pulau Belakang Padang.
       
"Jalan, drainase, air di belakang padang itu fokus kami. Kalau listrik sudah ada yang mengatur," kata dia.
       
Sebelumnya diperkirakan penyaluran air dari Pulau Utama Batam ke Pulau Belakang Padang membutuhkan dana Rp12 miliar.
       
Menurut dia, berdasarkan kajian, cara paling efisien adalah menghubungkan air bersih dari pulau utama Batam ke Belakang Padang dan menampungnya di waduk di pulau itu.
       
"Di Belakang Padang ada waduk, tapi tidak optimal. Nanti kami optimalkan kembali," kata Wali Kota.
       
Waduk itu, kata dia, hanya menampung air hujan dan tidak memiliki sumber air sendiri, sehingga pasokan air terbatas. "Waduk itu hanya air tadah hujan," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi