Karimun (Antara Kepri) - Anggota DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Zulfikar menilai, Proyek Pelabuhan Penarah di Desa Penarah, Kecamatan Belat yang menelan anggaran APBD 2012 senilai Rp899 juta dikerjakan asal jadi.
       
"Laporan yang kami peroleh saat reses beberapa waktu lalu, Proyek Pelabuhan Penarah belum difungsikan dan diserahterimakan. Ada dugaan proyek tersebut dikerjakan asal jadi tanpa perencanaan yang matang," katanya di Tanjung Balai Karimun, Kamis.
       
Zulfikar mengatakan, proyek tersebut seharusnya sudah selesai pada Desember 2012 dan difungsikan pada awal Januari 2013.
       
Pagu anggaran untuk proyek yang memiliki dermaga sepanjang sekitar 125 meter sekitar Rp1,061 miliar dalam APBD 2012. Sedangkan, nilai proyek tersebut setelah dilakukan pelelangan sekitar Rp899 juta.
       
"Fisik proyek tersebut mengecewakan, padahal anggaran yang dihabiskan untuk mengerjakan infrastruktur vital itu tidak sedikit," kata Zulfikar yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD Karimun.
       
Menurut dia, warga Desa Penarah sangat dirugikan karena pelabuhan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan desa tersebut dengan desa dan pulau lain, termasuk akses menuju ibu kota Tanjung Balai Karimun.
       
"Pelabuhan Penarah seharusnya menjadi pembuka bagi perkembangan pembangunan di Kecamatan Belat yang baru dimekarkan terpisah dari Kecamatan Kundur Utara. Kami selaku wakil rakyat dari daerah pemilihan Kundur kecewa dengan lemahnya pengawasan dalam pengerjaan proyek tersebut," ujarnya.
       
Zulfikar yang diusung Partai Hanura mengaku pernah mengusulkan pembangunan pelabuhan di Desa Lebuh. Namun, yang muncul dalam APBD 2012 adalah proyek pelabuhan Desa Penarah.
       
"Kami tidak mempermasalahkan pembangunan pelabuhan Desa Penarah didahulukan dari pada di Desa Lebuh, asalkan pengerjaannya sesuai dengan spesifikasi proyek sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.
       
Dia juga mempertanyakan 'detail engineering design' (DED) proyek tersebut karena tidak tertuang dalam APBD 2011 sebagai acuan untuk pengerjaan proyek yang dianggarkan dalam APBD 2012.
       
"Kami belum menemukan mata anggaran DED Pelabuhan Penarah dalam APBD, yang kami temukan adalah DED untuk Proyek Pelabuhan Desa Lebuh. DED merupakan acuan dalam melakukan perencanaan dan pengerjaan sebuah proyek," ucapnya.
       
Seorang warga Heri mengatakan, Pelabuhan Penarah dibangun asal jadi yang terindikasi dari lantai pelabuhan yang bergelombang, ketinggian tiang pancang yang berbeda serta lebar diduga tidak sesuai dengan spesifikasi proyek.
       
"Saya sedikit memahami teknis proyek. Saya perkirakan pengerjaan proyek itu berkisar 80 persen saja," katanya.
       
Berdasarkan informasi dari pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya, fisik proyek tersebut terkesan asal jadi karena materialnya diduga dikurangi sehingga hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi proyek.

Editor: Dedi