Batam (Antara Kepri) - Jumlah hotel di Kota Batam, Kepulauan Riau, meningkat menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2014 di wilayah itu.
       
"Tahun ini, pertambahan hotel ada 12," kata Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam Rudi Panjaitan di Batam, Jumat.
       
Ia mengatakan ke-12 hotel baru itu tersebar di Kawasan Nagoya, Batam Centre, Batu Aji dan Batu Ampar. Tiap hotel rata-rata membangun 150 kamar.
       
Hotel baru itu belum ditentukan kelasnya, kata dia, namun rata-rata adalah hotel berbintang.
       
Menurut dia, pembangunan hotel di Batam menandakan industri pariwisata di kota perbatasan ini masih menjanjikan.
       
Rudi menyatakan sebagai daerah tujuan wisata di perbatasan, pasar hotel di Batam adalah wisatawan manca negara, terutama Singapura dan Malaysia.
       
Saat ini terdapat 54 hotel berbintang satu hingga empat di Batam, dan satu hotel bintang lima. Sebanyak 55 hotel itu terdiri dai sekitar 7.700 kamar.
       
Sedang terdapat 74 hotel melati dengan rata-rata kamar di bawah 50 unit.
       
Tingkat hunian hotel di Batam mencapai 90 persen pada musim sibuk. Sedang pada masa tidak sibuk, yaitu saat hari kerja, occupancy mencapai 60 persen.
       
"Saat week days, yang penuh itu meeting room, untuk kebutuhan MICE," kata dia
  
Sementara itu, tahun ini, dua hotel di Batam mengganti manajemen.
       
"Pergantian manajemen ini mungkin karena mau mendapatkan tambahan modal segar dan mengembangkan usaha," kata dia. (Antara)

Editor: Dedi