Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam bersama beberapa pengusaha memberikan bantuan senilai Rp187 juta untuk 732 pekerja PT SCI yang ditinggalkan pengusaha tanpa gaji dan THR.

Hal itu dikatakan Wali Kota Batam Rudi saat menghadapi pekerja yang berkerumun di depan Kantor Pemkot Batam, Jumat.

"Kami sudah kumpulkan uang, urunan. Saya panggil semua kepala dinas, untuk ikut. Saya juga telepon pengusaha minta bantuan, demi anda, demi pekerja," kata Rudi.

Bila uang itu dibagi rata untuk seluruh pekerja, maka masing-masing mendapatkan Rp256.000. Menurut Rudi, uang itu hanya bantuan sementara sambil pemerintah mencari jalan keluar yang lebih pasti.

Dana itu akan langsung diantar ke pabrik melalui Ketua PUK, yang kemudian akan membagikan langsung kepada pekerja.

Selain uang tunai, pemerintah juga menyiapkan rumah susun sewa kepada seluruh pekerja, mengingat sebagian pekerja mengeluh diusir dari rumah kos karena tidak mampu membayar uang sewa.

"Kami punya rumah, bisa kalian tempati. Rusun baru, gratis, listrik dan air tidak usah bayar," kata dia.

Pemerintah juga mengupayakan pemberian 760 paket sembako untuk seluruh pekerja untuk membantu makan pekerja sementara.

Rudi meminta pekerja menghargai upaya pemerintah. Karena menurut dia, pemerintah tidak bersalah atas kaburnya pemilik PT SCI.

"Izin di BP Batam, kami bahkan minta data ke BP Batam," kata dia.

Ketua SPMI Batam Suprapto meminta pekerja menerima bantuan dari pemerintah.

"Pemerintah sudah mau peduli, harapkan dihargai," kata dia.

Sementara itu, usai mendapat jawaban dari Rudi, pekerja masih berkumpul di tengah jalan. (Antara)