Batam (Antara Kepri) - Sebanyak 25 perusahaan dalam dan luar negeri dipastikan mengikuti tender pengelolaan sampah menjadi energi di Kota Batam Kepulauan Riau dengan nilai Rp1,4 triliun.
       
"Saat ini sedang berlangsung pra kualifikasi dalam proses tender. Ada 25 perusahaan nasional dan asing yang ikut," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam Ardiwinata, Senin.
       
Ardi enggan menjelaskan nama-nama perusahaan yang ikut serta tender swastanisasi sampah, namun yang pasti perusahaan asal Jepang ikut serta.
       
Jika memenangkan tender, maka perusahaan itu berhak mengelola sampah domestik dan rumah tangga di Batam untuk diubah menjadi energi yang kemudian dibeli dan didistribusikan PLN Batam selama 25 tahun.
       
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam, Sulaeman Nababan mengatakan sampah rumah tangga akan dikelola menggunakan teknologi terbaru dan diubah menjadi energi limbah atau "waste energy".
       
Menurut dia, pengelolaan energi limbah merupakan yang paling efektif dibanding yang lain, karena mampu bertahan selama 32 tahun. Sedangkan "land feel" hanya selama enam hingga sembilan tahun.
       
Kota Batam menghasilkan 460 ton sampah domestik setiap hari. Ia mengatakan volume itu cukup untuk dijadikan energi limbah.
       
Sebelumnya, swastanisasi sampah sempat terkendala kesediaan lahan. Badan Pengusahaan Batam, sebagai pemegang hak alokasi lahan di Batam menolak memberikan tempat yang dibutuhkan untuk pengelolaan sampah.
       
Gubernur Kepulauan Riau kemudian melakukan pendekatan kepada BP Batam dan Pemerintah Kota Batam agar keduanya bersinergi agar swastanisasi sampah bisa berjalan baik.
       
BP Batam dan pemkot Batam sepakat akan menandatangani nota kesepahaman kerja sama pemanfaatan lahan TPA Telaga Punggur pada akhir September 2013, agar proses tender bisa berlangsung.(Antara)

Editor: Dedi