Jumat, 23 Juni 2017

Giat STQ Ke IX Kabupaten Natuna Tahun 2017

id stq natuna tahun 2017, askata roboh, angin puting beliung
Pengentasan Buta Aksara Al Qur’an Langkah Awal untuk Pemahaman dan Pengamalan, melalui Seleksi Tilawatil Qur'an ( STQ ) Ke - IX Tingkat Kabupaten Natuna.

Sebelum pertandingan antar pesrta STQ dimulai, Bupati Natuna melantik 52 Dewan Hakim Seleksi Tilawatil Qur’an IX tingkat Kabupaten Natuna, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 158 Tahun 2017.

Pelantikan Dewan Hakim diselenggarakan di Aula Asrama Haji Natuna Gerbang Utaraku, Ranai, Selasa (25/04) siang. Merupakan langkah awal dari kegiatan STQ Ke IX Tahun 2017.

Bupati Natuna, Hamid Rizal, mengatakan bahwa dalam perhelatan STQ, dewan hakim memiliki peran sangat penting sebagai penentu sekaligus untuk menunjukkan kondisi riil hasil pembinaan Tilawatil Qur’an yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan agar mempersiapkan kafilah Kabupaten Natuna menyongsong perhelatan STQ VII tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang akan diselenggarakan tidak berapa lama lagi.

Oleh karenanya dalam penilaian diharapkan dapat bersikap profesional, menjunjung tinggi sportifitas dan tidak terpengaruh pada intervensi apapun.

Beliau juga mengharapkan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an ( LPTQ ) Kabupaten Natuna untuk dapat lebih menggiatkan budaya mengaji terutama ditujukan bagi para generasi muda, dengan harapan jika buta aksara Al Qur’an sudah dapat dicapai, tentu akan dapat melangkah ke tahap berikutnya, yaitu upaya memberikan pemahaman, pembekalan keimanan dan ketakwaan yang pada gilirannya tercipta generasi Qur’ani sebagai penerus pembangunan daerah.

Kegiatan dihadiri oleh para camat dan pengurus LPTQ kecamatan se-Kabupaten Natuna, perwakilan kafilah, dan tokoh agama.

Arena Astaka kali ini dibangun tepat di halaman Masjid Agung Natuna. Peringatan isra dan mi'raj Nabi Muhammad SAW Tahun 2017 M/ 1438 H disejalankan pada malam ta'aruf di Arena Astaka sebelum malam pembukaan STQ Ke IX pada tanggal 25 April 2017.

Hadir pada kesempatan malam ta'aruf tersebut Anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Golkar Dapil Natuna - Anambas Raja Astagena, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Pimpinan Organisasi perangkat daerah, OPD, pengurus LPTQ Kabupaten dan Kecamatan, Alim ulama, cerdik pandai, pemuka adat, unsur pemuda dan organisasi, Camat serta unsur Khafilah dan official.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum LPTQ Kabupaten Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti, mengatakan Kabupaten Natuna dengan masyarakat melayu memiliki akar budaya peninggalan leluhur yang sarat dengan nilai - nilai ajaran islam dalam perilaku kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Masih dalam sambutan Ketua Umum LPTQ, Nilai luhur tersebut hendaklah dapat selalu dilestarikan dan dikembabgkan agar nuansa religi senantiasa tercipta ditengah - tengah jalannya pembangunan daerah menuju kearah kemajuan.

Nilai - nilai itu pula memiliki filter setrategis dalam menyaring pengaruh globalisasi yang deawasa ini melanda dan merasuki setiap sendi kehidupan masyarakat dunia.

Karena itu LPTQ Kabupaten Natuna berupaya selalu memberikan sumbangsih dalam mendukung pembangunan daerah, menciptakan sumberdaya manusia beriman dan bertaqwa dalam mewujudkan masyarakat Natuna yang madani.

Ketua LPTQ dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan STQ IX Kabupaten Natuna merupakan program yang memiliki relevansi terhadap Visi dan Misi pembangunan daerah dalam rangka menuju masyarakat yang madani dalam kerangka keimanan dan budaya tempatan serta sebagai upaya persiapan menghadapi STQ Provinsi pada tanggal 5 sampai dengan 9 Mei 2017.

LPTQ Kabupaten Natuna menyadari bahwa sejauh ini upaya pengembangan tilawatil qur'an di tiap Kecamatan terselenggara secara terpisah sesuai kemampuan para pembina, pelatih dan guru masing - masing, sehingga akan beragam.

Karena itu LPTQ Kabupaten Natuna telah mengambil kebijakan strategis diantaranya program pembinaan LPTQ yang telah dimulai beberapa waktu lalu, dengan tujuan memberikan kepada para qori dan qoriah Kabupaten Natuna mendapatkan pelatihan dan pembinaan lebih baik.

Kedepan pengurus LPTQ Kabupaten akan berupaya meningkatkan kualitas pembinaan di tingkat Kecamatan melalui program pembinaan secara terintegritas dan terpusat.

Selama ini para guru mengaji, pembina tingkat Kecamatan dan Desa adalah ujung tombak pengemabangan tilawatil qur'an di daerah, oleh karena itu LPTQ Kabupaten Natuna menyampaikan apresiasi yang setinggi - tingginya semoga upaya bersama dalam rangka mengetaskan buta aksara Al Qur'an senantiasa diberikan kemudahan.

Selanjutnya dalam acara pembukaan STQ Ke - IX, Bupati Natuna, Hamid Rizal, menghibau kepada masyarakat untuk jadikan STQ Ke - IX sebagai momentum perbedaan sebagai salah satu modal untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta ketahanan sosial sebagai salah satu modal penting dalam pembangunan daerah.

Beliau juga mengatakan ketahanan sosial menjadi sebuah keniscayaan dalam proses pembangunan daerah, karena masyarakat Kabupaten Natuna saat ini memiliki kondisi yang sangat beragam.

Pada kesempatan tersebut Ia mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa Natuna mayoritas muslim, bukan berarti harus diskriminasi terhadap pemeluk agama lain, toleransi dan kerukunan umat beragama harus sama - sama diwujudkan agar program yang disusun oleh pemerintah berjalan sebagaimana mestinya.

Karena itu Hamid berharap jadikan momentum STQ kali ini untuk menjalin Ukhuwah Islamiah, mempererat persaudaraan, bersama - bersama menyadari pentingnya toleransi kepada sesama umat beragama, agar kedepan upaya percepatan pembangunan dapat terwujud sebagaimana yang diharapkan bersama.

Pelaksanaan STQ Ke - IX berlangsung dari tanggal 25 s/d 29 April 2017. Dari 15 Kecamatan membawa masing - Masing anggota sebagai berikut. Kecamatan Suwak Midai 40 orang, Pulau Tiga Barat 50 orang, Bunguran Batubi 50 orang, Serasan Timur 45 org, Bunguran Timur Laut 60 orang, Subi 30 orang, Bunguran Tengah 50 orang, Pulau Tiga 50 orang, Bunguran Selatan 40 orang, Pulau Laut 32 orang, Midai 56 orang, Bunguran Barat 73 orang, Serasan 45, Bunguran Utara 40 orang, Bunguran Timur 100 orang.

Dalam pelaksanaan kegiatan STQ sempat mendapat musibah pada hari ke dua, astaka utama di hantam angin puting beliung, meski demikian tidak menyurutkan semangat para peserta dan panita untuk melanjutkan acara walaupun harus berpindah tempat, yang tadinya bertempat di astaka utama akhirnya dilaksanakan di dalam ruangan Masjid Agung.

Malam penutupan STQ ke IX dilaksanakan didalam ruang utama Masjid Agung pada Sabtu malam 29 April 2017, menghasilkan Keputusan Dewan Hakim tentang Qori - Qori'ah dan Hafiz - Hafizhah, terbaik l, ll, lll dan harapan, tilawah golongan anak - anak Putri terbaik l diraih nomor peserta Tq 19 dengan jumlah nilai 97,67 atas nama Nur Halimah utusan Bunguran Timur Laut, terbaik ll nomor peserta Tq 07 dengan jumlah nilai 88,67 atas nama Sasa Pilda utusan Kecamatan Midai, terbaik lll dengan nomor peserta Tq 25 jumlah nilai 88,00 atas nama Delfia Zahwa Tsalsabila utusan dari Suak Midai, harapan l pemegang nomor peserta Tq 01 dengan jumlah nilai 87, 33 atas nama Istiqomah dari Kecamatan Bunguran Timur.

Sedangkan golongan putra terbaik l pemegang nomor peserta Tq 18 dengan nilai 97,00 atas nama Muhamad Abdul Hadi utusan Bunguran Timur Laut, terbaik ll nomor peserta Tq 12 jumlah nilai 92,33 atas nama Muhammad Kholil Fajri utusan Bunguran Timur, terbaik lll nomor peserta Tq 10 jumlah nilai 89,67 atas nama Andriansyah utusan Pulau Tiga, dan harapan l diraih pemegang nomor peserta Tq 14 dengan jumlah nilai 89,33 atas nama Khairul Arfani dari utusan Kecamatan Bunguran Selatan.

Tilawah golongan dewasa putri yang neraih terbaik l nomor peserta Tq 43 dengan jumlah nilai 94,00 atas nama Wiwin Winarti utusan Kecamatan Subi, terbaik ll tq 51 dengan nilai 93,33 atas nama Julina utusan Serasan Timur, terbaik lll diraih Tq 53 jumlah nilai 85,33 atas nama Susnita utusan Kecamatan Midai, harapan l dengan nomor peserta Tq 57 jumlah nilai 88,67 atas nama Yaumi Fitri utusan Suak Midai.

Tilawah golongan dewasa putra terbaik l nomor pesrta Tq 32 nilai 93,33 atas nama Solihin, S.STP utusan Bunguran Timur laut, terbaik ll nomor peserta Tq 44 jumlah nilai 91,67 nama Agusteri utusan Bunguran selatan, terbaik ll Tq 54 nilai 89,67 nama Harto utusan Serasan Timur, harapan l Tq 50 nilai 86,00 nama Ahmad Jalaluluddin utusan Kecamatan Bunguran Barat.

Katagori Tahfizh golongan 1 Juz dan Tilawah Putri terbaik l Hq 09 nilai 92,83 nama Fitria utusan Kecamatan Midai, terbaik ll peserta Hq 03 nilai 89,75 nama Donella Amanda utusan Bunguran Utara, terbaik lll Hq 15 nilai 89,67 nama Regiliadita utusan Bunguran Timur, harapan l peserta Hq 11 nilai 89,58 nama Nyimas Merci Aulia utusan Kecamatan Bunguran Selatan.

Tahfizh golongan 1 Juz dan tilawah putra terbaik l Hq 14 nilai 95,83 nama Muliyadi utusan Bunguran Timur, terbaik ll Hq 10 nilai 95,50 nama Diko Ardiansyah utusan Kecamatan Midai, terbaik lll Hq 12 nilai 91,83 nama M Fadhlurrahman utusan dari Bunguran Barat, harapan l Hq 18 jumlah nilai 84, 50 atas nama Hairudin utusan Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Tahfizh golongan 5 Juz dan tilawah putri terbaik l Hq 33 nilai 92,83 nama Estiparia Febriani utusan Kecamatan Midai, terbaik ll Hq 31 nilai 89,75 nama Fitri Andini utusan Kecamatan Serasan Timur, terbaik lll Hq 35 nilai 89,67 nama Wildariani utusan Kecamatan Serasan, harapan l Hq 41 nilai 89,58 nama Septi utusan Kecamatan Bunguran Barat.

Sementara putra, terbaik l Hq 44 nilai 95,83 nama M Da'i Maftuh utusan Serasan Timur, terbaik ll Hq 42 nilai 95,50 atas nama Toni Alfiansyah utusan Bunguran Timur, terbaik lll Hq 32 nilai 91,83 nama Bakti Eki Abdianto utusan Kecamatan Suak Midai dan harapan l Hq 34 nilai 84,50 nama Hakiki utusan Kecamatan Pulau Tiga.

Sementara Tahfizh golongan 10 Juz putri diikuti peserta tunggal dan mendapatkan peringkat terbaik ll dengan nomor peserta Hq 61 jumlah nilai 50,94 atas nama Nuliana Ulva utusan dari Kecamatan Pulau Laut.

Sedangkan untuk golongan 10 Juz Putra di ikuti dua orang peserta dan masing - masing mendapatkan juara ll dan lll, terbaik ll Hq 64 nilai 40,61 atas nama M Hafiz Muzaki utusan Midai, terbaik lll Hq 62 nilai 38,78 nama Bazaruddin utusan Kecamatan Pulau Laut.

Tahfizh golongan 20 Juz hanya diikuti dua orang peserta putra, terbaik ll Hq 92 nilai 50,39 nama Jurais utusan Bunguran Timur dan terbaik lll diraih nomor peserta Hq 94 dengan jumlah nilai 42,00 atas nama Lukman Kurniawan utusan dari Kecamatan Midai.

Surat keputusan tersebut di tanda tangani Ketua Dewan Hakim STQ IX Tingkat Kabupaten Natuna Drs. H. Mazdjad dan Sekretaris Dewan Hakim H. Abu Hasan Sa'ari. Surat Keputusan tersebut akan disampaiakan kepada Ketua Umum LPTQ Provinsi Kepulauan Riau, Bupati Natuna, Kepala Kankemenag dan Ketua Umum LPTQ Kabupaten Natuna, keputusan tersebut dibacakan pada acara penutupan sekaligus pembagian hadiah bagi para pemenang.

Pada STQ kali ini juga dilaksanakan lomba Stan pameran antar Kecamatan, dari hasil penjurian yang dilakukan diantaranya Dewan juri l Hj Nurhayati, Dewan juri ll Hj. Kartina riauwita, S.Sos, Dewan juri lll Sri Hariningsih, SE,M,Si dan memutuskan juara l jatuh pada Kecamatan Suak midai dengan nilai 360, juara ll diraih Kecamatan Bunguran barat dengan nilai 348, juara lll jatuh pada Kecamatan Subi dengan jumlah nilai 342, Harapan l didapatkan Kecamatan Bunguran Batubi dengan nilai 336, Harapan ll diraih Kecamatan Serasan Timur dengan nilai 332, dan harapan lll Kecamatan Midai dengan nilai 322.

Melihat dari hasil STQ yang telah berlangsung Sekretaris Daerah Wan Siswandi, S. Sos, menyatakan bersyukur atas telah terselenggaranya acara dengan baik meski sempat mendapakan kendala pada saat pelaksanaan karena musibah angin puting beliung.

" Ucapkan tahniah saya sampaikan kepada pesrta, saya juga berpesan agar para juara jangan cepat puas diri, teruslah asah kemampuan, sedangkan bagi yang belum mendapatkan juara jadikan sebagai cambuk untuk motivasi, yakinlah kerja keras akan membawa hasil maksimal pada kesempatan yang lain, kita semua berharap LPTQ kedepan agar dapat mendorong para peserta untuk mendapatkan prestasi lebih baik lagi, ". Ungkasnya pada saat memberikan sambutan dalam acara penutupan STQ Ke IX di Masjid Agung Natuna Sabtu malam.

Ia juga menjelaskan atas musibah yang terjadi itu semua kehendak Allah, S.W.T

" Atas musibah angin puting beliung yang terjadi itu terkantung kita melihatnya, pada sudut pandang mana masing - masing orang melihatnya, tetapi sesungguhnya Al Quran merupakan pandangan hidup dan didalamnya juga telah menyebutkan segala sesuatu yang terjadi karena Allah, ". Ucapnya.

Dalam sambutanya juga mengingatkan musibah tersebut merupakan peringatan sesungguhnya kekuasaan Allah sangatlah besar.

" Yang terpenting adalah kita mensyukuri nikmat, maka akan mendapatkan nikmat lebih besar, begitu sebaliknya, dengan itu kita harus ikhlas, yang mengetahui kita ikhlas atau tidak hanyalah Allah, ". Kata Wan Siswandi.

Selama kegiatan berlangsung, Komplek Natuna Gerbang Utara Ku ( NGU ) dipadati pengunjung. ( Antara )






Editor : Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga