Jumat, 23 Juni 2017

Lantamal IV Tingkatkan Pengawasan Narkoba-TKI

id Lantamal,Pengawasan,Narkoba,tanjungpinang,kepulauan,riau,kepri,TKI
Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) akan terus melakukan patroli. Hal ini tentu juga membutuhkan dukungan dari masyarakat. TKI dan narkoba menjadi perhatian kami
Batam (Antara Kepri) - Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Kolonel Laut (P) R Eko Suyatno menyatakan akan meningkatkan patroli guna mengawasi aktivitas sindikat TKI ilegal dan juga narkoba yang diperkirakan meningkat jelang Ramadhan.

"Jelang Ramadhan biasanya banyak saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia pulang ke Indonesia. Hal ini sering dimanfaatkan oleh sindikat untuk memulangkan mereka secara ilegal. Selain itu juga pengawasan kemungkinan pengiriman narkoba asal Malaysia ke Indonesia," kata Kolonel Laut Eko Suyatno di Batam, Selasa.

Pemberantasan narkoba dan TKI ilegal, kata dia sudah menjadi atensi dari Panglima TNI sehingga menjadi prioritas apalagi perairan Kepri menjadi salah satu jalur utama.

"Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) akan terus melakukan patroli. Hal ini tentu juga membutuhkan dukungan dari masyarakat. TKI dan narkoba menjadi perhatian kami," kata Eko.

Pada 13 Mei, kata dia Tim WFQR sudah menangkap satu kapal bermuatan 14 TKI yang hendak kembali ke Indonesia melalui jalur ilegal. Bahkan nakhoda dan anak buahnya terbukti positif narkoba.

"Jadi masyarakat yang menjadi TKI dimanfaatkan oleh jaringan ini. Mereka dipulangkan secara ilegal ke Indonesia," kata dia.

Dalam melakukan upaya pemberantasan tindak kejahatan termasuk TKI dan narkoba, kata dia TNI AL juga bekerja sama dengan Singapura dan Malaysia sebagai negara yang berbatasan langsung.

"Kami juga tukar menukar informasi. Kalau ada informasi pasti ditindaklanjuti agar pelanggaran-pelanggaran itu bisa ditekan," kata Eko.

Pada 13 Mei, Tim WFQR melakukan penangkapan di wilayah Karimun berdasarkan informasi dan ditindaklanjuti oleh petugas yang bergerak cepat melaksanakan operasi hingga akhirnya berhasil menangkap kapal "boat fiber" pada posisi 01° 02' 821" U - 103° 26' 117" T.

"Boat fiber" tanpa nama bermesin 40 PK dengan tekong berinisial A (44) asal Teluk Uma Leho dan ABK yang berinisial B (33) keduanya merupakan warga Kabupaten Karimun.

Sebanyak 14 TKI di dalamnya selama perjalanan dengan posisi terbaring ditutupi dengan terpal berwarna hijau untuk mengelabui pantauan petugas.

TKI tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Teluk Umah  Karimun, Cianjur, Sumedang Jawa Barat, Palembang, Jambi dan Nusa Tenggara Barat. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga