Pemkot Batam Minta Kenaikan Tarif Listrik Ditangguhkan

id Pemkot,Batam,Kenaikan,Tarif,Listrik,Ditangguhkan
Ini komitmen saya, dengan apa yang menjadi harapan AMPLI dan lembaga masyarakat yang ikut dalam aksi unjuk rasa
Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Kota Batam meminta Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun membuat kebijakan untuk menangguhkan kenaikan tarif listrik menjelang Lebaran, untuk meringankan beban masyarakat.

"Sesuai dengan aspirasi masyarakat, maka kami membuat surat meminta kenaikan tarif listrik ditahan dulu, ditangguhkan," kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad di Batam, Kepri, Rabu.

Surat atas nama Pemkot Batam itu rencananya akan disusun hari ini untuk segera dikirimkan ke Gubernur di ibu kota provinsi, Tanjungpinang.

Wakil Wali Kota mengatakan aspirasi masyarakat itu sudah didiskusikan Pemkot kepada pimpinan daerah lainnya dalam Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

"Ini komitmen saya, dengan apa yang menjadi harapan AMPLI dan lembaga masyarakat yang ikut dalam aksi unjuk rasa," kata pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Sumber Daya Mineral itu.

Dia menjelaskan, sejak awal Pemkot meminta PT Pelayanan Listrik Nasional (Bright PLN) Batam untuk menjelaskan alasan menaikkan tarif listrik.

Namun, karena masalah energi ditangani Pemprov, maka PLN tidak melibatkan Pemkot dalam usulan kenaikan tarif.

"Jelas kami meminta kaji ulang terhadap besaran angka yang ditetapkan. Kami sudah sampaikan melalui surat," kata dia.

Ia mengatakan semestinya PLN menjelaskan secara rinci mengenai angka-angka kerugiannya dan rencana kenaikan tarif. Bagaimana pun Bright PLN beroperasi di Kawasan Batam, yang juga masyarakat pemkot.

"Sampai saat ini kami tidak mendapat angka itu. Bagaimana mau membahas bila pijakan angkanya tidak ada," kata Amsakar.

Sementara itu, masyarakat terus melancarkan sejumlah unjuk rasa menentang kenaikan tarif listrik Batam yang mencapai 45  persen. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga