Selasa, 27 Juni 2017

BI: Kinerja Perbankan Kepri Melambat

id BI,Kinerja,Perbankan,Kepri,Melambat
Sejalan dengan perlambatan ekonomi, kinerja perbankan juga mengalami perlambatan
Batam (Antara Kepri) - Bank Indonesia mengumumkan kinerja perbankan di Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan I-2017 mengalami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya di 2016.

"Sejalan dengan perlambatan ekonomi, kinerja perbankan juga mengalami perlambatan," kata Kepala Kantor Bank Indonesia Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Kepri, Kamis.

Ia merinci, total kredit tumbuh 6,00 persen (yoy) pada triwulan ini, melambat dibanding triwulan IV-2016 yang tumbuh 6,33 persen (yoy).

Perlambatan kredit, khususnya pada sisi konsumsi dan modal kerja. Sebaliknya, untuk investasi mengalami pertumbuhan.

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terkumpul juga mengalami perlambatan. BI mencatat DPK hanya 6,43 persen (yoy), turun dibanding triwulan sebelumnya sebesar 6,50 persen (yoy).

Menurut Gusti, pelemahan DPK terutama terjadi pada giro, sedangkan tabungan dan deposito mengalami pertumbuhan.

Total aset perbankan juga melambat 6,11 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 6,30 persen (yoy).

Meski kinerja perbankan melambat, namun Gusti meyakinkan, jumlah kredit bermasalah terjaga pada batas aman dengan kredit macet sebesar 2,34 persen LDR sebesar 78,87 persen.

BI juga mencatat, transaksi tunai meningkat secara tahunan, seiring dengan transaksi non tunai yang menurun.

"Total 'outflow' Rp1.538 miliar, tumbuh 7,15 persen (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi 5,64 persen (yoy)," kata dia.

BI memperkirakan peningkatan transaksi tunai, disebabkan kebutuhan uang kartal yang melonjak menjelang Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh.

Bank sentral juga mencatat kelebihan penggunaan uang kartal yang beredar kembali ke BI melalui setoran bank, yang tercatat sebesar Rp1.297 miliar atau terkontraksi 4,63 persen (yoy).

"Ada pun total net outflow sebesar Rp242 miliar, tumbuh 217,83 persen (yoy) meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang kontraksi sebesar 14,05 persen (yoy)," kata Gusti.

Sementara nominal transaksi kliring tercatat Rp4.931 miliar, terkontraksi 10,16 persen (yoy). Demikian pula jumlah warkat sebanyak 128.104 lembar, terkontraksi 7,98 persen (yoy). (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga