Selasa, 27 Juni 2017

Tim Terpadu Gusur Ratusan Rumah Kampung Agas

id tim,terpadu,gusur,ratusan,rumah,kampung,agas
Tim Terpadu Gusur Ratusan Rumah Kampung Agas
Dua anak duduk termenung diatas bekas rumahnya yang sudah rata dengan tanah. (Antara Kepri: Larno)
Kami awalnya yakin tidak akan digusur. Namun ternyata jadi juga hari ini digusur. Mau enggak mau harus pindah dari sini
Batam (Antara Kepri) - Tim terpadu yang terdiri dari Ditpam BP Kawasan Batam, Satpol PP Batam, dibantu Polri dan TNI menggusur sekitar 100 unit rumah yang berdiri di atas lahan satu hektare Kampung Agas Tanjunguma, Batam, Kamis.
        
"Mau bagaimana lagi, ini memang bukan tanah kami. Kami hanya diberikan izin sementara dan harus pergi kalau tanahnya digunakan pemiliknya," kata seorang warga, Ruslan.
         
Penggusuran terpaksa dilakukan karena lahan akan digunakan untuk pembangunan gardu induk listrik.
        
Penggusuran melibatkan ratusan petugas dengan enam alat berat dilakukan mulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Relatif tidak ada perlawanan dari masyarakat pemilik bangunan.
         
Beberapa pemilik rumah masih nampak sibuk mengevakuasi perabotan mereka yang masih bisa diselamatkan. Sejumlah kendaraan bak terbuka berisi perabotan warga nampak beberapa kali keluar dari lokasi penggusuran.
         
Sementara sejumlah warga juga masih tampak mengais barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan dari puing-puing rumah mereka yang sudah rata dengan tanah.
         
Lurah Tanjunguma, Batam, Syahril mengatakan wilayah yang digusur memiliki luas sekitar 7,5 hektare dan merupakan milik PT Wira Nata Tamtama.
         
Awalnya ada sekitar 400 kepala keluarga yang mendiami lokasi tersebut. Sebagian rumah sudah dirobohkan pada penggusuran pertama akhir 2016.
         
"Rencananya di atas lahan tiga hektare yang digusur akan digunakan sebagai gardu induk transmisi listrik. Oleh karena itu, sekitar 400 rumah yang ada digusur," kata dia.
         
Warga yang hendak digusur, kata dia, awalnya diberikan ganti rugi kavling siap bangun dan uang, namun sebagian ada yang menolak dan melawan saat penggusuran tahap pertama.
         
"Kelanjutannya seperti apa saya tidak tahu karena warga menolak saat didata. Namun proses penggusuran hari ini lancar, tidak ada perlawanan sama sekali," kata Syahril.
         
Warga lain mengatakan sebenarnya sudah lama diminta meninggalkan lokasi itu, namun masih berharap tidak terjadi penggusuran sehingga bertahan.
         
"Kami awalnya yakin tidak akan digusur. Namun ternyata jadi juga hari ini digusur. Mau enggak mau harus pindah dari sini," kata Rohmad.(Antara)

Editor: Dedi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga