BP Batam: Peningkatan Anggaran Untuk Pembangunan Infrastruktur

Senin, 25 Juni 2012 19:44 WIB

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Pengushaan Batam menyatakan peningkatan anggaran yang diberikan untuk lembaga tersebut pada 2013 sebesar Rp918 miliar dari Rp640 pada 2012 diguankana untuk peningkatan kapasitas Pelabuhan Batuampar dari 600 ribu menjadi 1,2 juta TEUs.
       
"Estimasi dana untuk Badan Pengusahaan (BP) Batam 2013 memang sekitar itu. Dari jumlah tersebut alokasi terbesar untuk penambahan infrastruktur pendukung kawasan bebas Batam. Diantaranya pembangunan Pelabuhan Batuampar yang pada 2012 akan menelan anggaran lebih dari Rp200 miliar," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Senin.
       
Ia mengatakan, pembangunan Pelabuhan Batuampar mendesak mengingat pelabuhan tersebut sudah tidak mampu lagi menampung barang-barang keperluan industri yang bongkar-muat ditempat itu.
       
Djoko mengatakan, pembangunan Batuampar rencananya akan dilakukan selama tiga tahun dengan anggaran sekitar Rp360 miliar. Pada 2012 dibutuhkan anggaran Rp60 miliar, 2013 Rp200 miliar dan 2014 sekitar Rp100 miliar.
       
"Detail pastinya belum tahu, yang jelas sebagian besar memang untuk penambahan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing kawasan bebas Batam," kata dia.
       
Selain pelabuhan, kata dia, Batam juga tengah berencana membangun fasilitas lain seperti Pelabuhan Alih kapal Tanjung Sauh, perluasan bandara Hang Nadim, pembangunan DAM Tembesi yang akan dilakukan secara bertahap.
       
Anggota DPR RI daerah pemilihan Kepulauan Riau Harry Azhar Azis, Minggu mengatakan pemerintah pusat merencanakan Rp918 miliar anggaran untuk pembiayaan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam pada RAPBN 2013.
       
"(Rencana) Anggaran untuk BP Batam sudah disetujui Komisi VI DPR RI, tinggal ditetapkan saja," kata dia.
       
Ia mengatakan belum mengetahui anggaran itu akan dialokasikan untuk kebutuhan apa saja.
       
"Saya sudah minta datanya ke Komisi IV. Dana itu untuk anggaran apa saja di BP Batam," kata Harry, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.
       
Harry mengatakan anggaran Rp918 miliar itu relatif besar dan menunjukkan perhatian pemerintah pusat ke Batam sudah semakin baik.
       
"BP Batam sudah setingkat badan. Sekarang BP langsung menjadi mitra DPR RI di Komisi VI," katanya.
       
Selama sejarah berdirinya Badan Otorita Batam (BOB, kini BP Batam), ia mengatakan baru pertama kali otoritas itu mendapatkan dana dalam anggaran badan.
       
Sebelumnya, BOB yang kemudian berubah nama menjadi BP Batam mendapatkan alokasi anggaran BA 99.
       
Dengan setingkat badan, maka BP Batam akan lebih independen dalam pengelolaan keuangan. Mekanisme proses pertanggungjawaban juga semakin jelas.(KR-LNO/S006)

Editor: Dedi