Kerja Sama Perdagangan Indonesia-Afsel Dibahas Agustus

Rabu, 13 Maret 2013 20:56 WIB

Batam (Antara Kepri) - Indonesia dan Afrika Selatan telah sepakat membahas pertemuan komisi perdagangan bersama sebagai upaya peningkatan perdagangan dua negara yang akan dilangsungkan Agustus 2013 di Afrika Selatan.

"Perjanjian kerja sama ekonomi tersebut merupakan upaya diplomasi Indonesia yang saat ini menempatkan wilayah Afrika menjadi prioritas peningkatan komoditas perdagangan. Jadi kerja sama dengan negara-negara kawasan tersebut harus ditingkatkan," kata Direktur Urusan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Lasro Simbolon di Batam, Rabu.

Ia mengatakan kerja sama ekonomi bilateral ini juga sebagai upaya untuk memacu ekspor Indonesia. Apalagi nilai ekspor Indonesia ke Afrika Selatan saat ini masih surplus.

"Selain Afrika Selatan, Nigeria juga menjadi negara tujuan ekspor  Indonesia peringkat kedua dan menjadi salah satu negara pengekspor minyak ke Indonesia," katanya.

Sejumlah komoditas ekspor Indonesia ke Afrika Selatan meliputi otomotif, tekstil, makanan, CPO dan peralatan pertanian. Sementara komoditas impor ke Indonesia dari Afsel meliputi kapas, produk hortikultura, wine, dan perhiasan.

"Nilai perdagangan Afrika Selatan-Indonesia saat ini sudah mencapai 2,3 juta dolar AS dari nilai total perdagangan Indonesia-Afrika mencapai 10 miliar dolar AS," kata Lasro.

Ia mengatakan, dalam pembahasan kerja sama pada Agustus nanti, dia juga mengharapkan industri strategis seperti otomotif mulai meningkat masuk komoditas ekspor.

Indonesia, kata dia, menempatkan wilayah Afrika sebagai salah satu prioritas tujuan ekspor karena selama ini Indonesia dinilai sudah nyaman dengan kerja sama ekonomi dengan negara-negara kawasan lain.

"Selain itu saat ini wilayah Afrika dinilai cukup menjanjikan juga didorong adanya modal politik Indonesia dengan Afrika Selatan. Meski Indonesia sangat dihormati di Afrika namun hubungan politik kedua negara belum cukup untuk melakukan peningkatan hubungan kerja sama ekonomi," katanya.

Terpisah, Guberur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan, bersama Afrika Selatan akan membentuk tim teknis kerja sama dua wilayah yang akan diketuai Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Amhar Ismail.

"Hari ini akan mulai kami susun tim teknisnya dan mulai bekerja. Agar kerja sama bisa segera ditandatangani dan dijalankan untuk memudahkan hubungan kedua kawasan dalam membuka pasar komoditas perdagangan," kata Sani. (Antara)

Editor: Rusdianto