Karimun-Pelalawan Dirikan Sekber Jembatan ke Johor

Sabtu, 18 Mei 2013 06:22 WIB

Karimun (Antara Kepri) - Pemerintah Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau dan Pemkab Pelalawan Provinsi Riau, mendirikan sekretariat bersama pembangunan jembatan penghubung beberapa pulau di kedua kabupaten hingga ke Kukup, Johor, Malaysia.

Bupati Karimun Nurdin Basirun, di Tanjung Balai Karimun, Jumat mengatakan, sekretariat bersama (sekber) didirikan untuk mempercepat pembangunan jembatan, setidaknya penyusunan desain teknis terperinci (detailed engineering design) jembatan tersebut.

"Ini merupakan program jangka panjang. Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan bisa kita wujudkan. Sekber diharapkan dapat menyusun langkah bersama untuk mewujudkannya," katanya.

Dia mengatakan, pada penandatanganan MoU dengan Bupati Pelalawan Muhammad Aris, di Tanjung Balai Karimun Kamis (16/5) malam, juga sudah dipaparkan rancangan jembatan hasil kajian BPPT.

"Pembangunan jembatan ke Johor membutuhkan perencanaan dan persiapan matang. Dan yang pasti melibatkan pemerintah pusat karena berkaitan erat dengan program nasional. Terpenting, pembangunan jembatan itu diharapkan dapat menunjang pengembangan investasi di kawasan perdagangan bebas Karimun," kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pelalawan Muhammad Aris mengatakan, jembatan yang kelak diberi nama "Sumatera Semenanjung Melayu" itu tidak hanya mendukung Program Masteplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), tetapi juga mendukung Program KPI (Kawasan Prioritas Investasi).

"Ini program pusat, ada MP3EI, ada pula KPI yang dananya diturunkan pusat sekitar Rp41 triliun lebih. Tujuannya mengejar target perkembangan ekonomi 12 besar dunia pada 2025. Kita mendukung program itu, sedangkan kajian pembangunan jembatan dilakukan oleh BPPT," kata M Aris.

Dia mengatakan, Pemkab Pelalawan juga sudah mempersiapkan sarana infrastruktur untuk mendukung pembangunan jembatan, di antaranya membentuk kawasan teknopolitan untuk pengembangan industri hilir CPO.

Kemudian, papar dia, membangun infrastruktur listrik melalui BUMD sebagai pendukung kegiatan perekonomian kawasan teknopolitan yang peresmiannya dijadwalkan pada 8 Juli 2013.

Pemkab Pelalawan juga sudah menjalin kerja sama dengan Korea Utara untuk pengolahan tanah gambut mengingat daerah tersebut sebagian besar adalah daerah daerah.

"Sarana infrastruktur mulai kita bangun sesuai kemampuan daerah. Sedangkan pembiayaan untuk pembangunan jembatan akan dihitung pusat, baik oleh BPPT, Kementerian PU maupun Kementerian Riset dan Teknologi," ucapnya.   

Terkait dimasukkannya Karimun dalam pembangunan jembatan, dia mengatakan karena letaknya berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.

"Perjuangan ke pusat terus kita lakukan, berapa jarak dan panjang jembatan yang dibutuhkan sudah dikaji oleh BPPT," tambahnya.   

Diberitakan, gagasan Jembatan Sumatra Semenanjung Melayu mencuat setelah perjanjian kerja sama antara Pemkab Karimun dan Pelalawan pada akhir Januari 2013 di Pangkalan Kerinci.

Jembatan yang dibangun direncanakan berjumlah sembilan, pertama, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan (Sumatra) dengan Pulau Mendol Penyalai dengan panjang 2,7 kilometer dan lebar 12,5 meter. Biayanya diperkirakan Rp810 miliar.Kedua, jembatan dari Pulau Mendol ke (Pulau Kundur-Karimun) dengan panjang 13 km dan perkiraan biaya Rp3,9 triliun.     

Lalu ketiga, jembatan dari Sawang ke Kecamatan Belat (Pulau Belat-Karimun) dengan panjang 400 meter dan biaya Rp120 miliar. Keempat, jembatan menghubungkan Pulau Belat dengan Pulau Gunung Papan sepanjang 250 meter dan perkiraan biaya Rp75 miliar.     

Kelima, Jembatan dari Pulau Gunung Papan ke Pulau Lumut sepanjang 500 meter dan perkiraan biaya Rp31,25 miliar. Keenam, Pulau Lumut ke Pulau Parit dengan panjang 200 meter dan biaya diperkirakan Rp25 miliar.     

Ketujuh, Pulau Parit-Pulau Karimun Besar dengan panjang 3,1 km dan biaya Rp930 miliar. Kedelapan, Pulau Karimun Besar-Pulau Karimun Anak sepanjang 880 meter dan terakhir, jembatan dari Pulau Karimun Anak ke Kukup, Johor, Malaysia dengan panjang 20 kilometer dan perkiraan biaya Rp12 triliun.     

Total panjang jembatan keseluruhannya 41,45 kilometer dan rencana biaya sekitar Rp58 triliun. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie