Kemenag Kepri Tidak Prioritaskan Calon Haji Lansia

Selasa, 25 Juni 2013 17:44 WIB

Batam (Antara Kepri) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau tidak memprioritaskan calon haji dengan usia lanjut untuk ikut serta dalam ibadah haji 2013 terkait pengurangan kuota jamaah haji oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Calon haji usia 75 tahun ke atas tidak diutamakan, dan terkena dampak pengurangan kuota," kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kepri Handarlin Umar di Batam, Selasa.

Ia mengatakan Kemenag Kepri terpaksa menunda keberangkatan 120 orang calon haji yang seharusnya berangkat pada 2013 karena pengurangan kuota jamaah haji. Calon haji dengan usia 75 tahun ke atas menjadi daftar jamaah yang keberangkatannya ditunda.

Selain usia diatas 75 tahun ke atas, Kemenag juga menunda keberangkatan calon haji dengan keterbatasan seperti menggunakan kursi roda dan tongkat demi kesehatan jamaah.

Setelah pengurangan calon haji usia di atas 75 tahun dan yang berkebutuhan khusus, maka pengurangan kuota haji dilakukan berdasarkan nomor urut kursi keberangkatan.

"Yang nomornya tinggi, ditunda," kata Handarlin.

Ia mengatakan saat ini Kemenag Kepri masih menunggu laporan dari kantor agama kabupaten kota yang ada di Kepri tentang jamaah dengan usia lanjut dan berkebutuhan khusus, agar segera diketahui nama-nama calon haji yang berhak menunaikan ibadah pada 2013.

"Sebenarnya, jamaah sudah dapat tahu berangkat atau tidak, kami terbuka. Siapa pun yag datang atau telepon kami layani," kata dia.

Nanti, jika Kantor Agama masing-masing kabupaten kota menyelesaikan laporan, maka Kanwil Kemenag Kepri akan mengumumkannya secara resmi di RRI. 

Sementara itu, kepada calon haji yang namanya dicoret dari kuota haji, ia mengatakan pemerintah menjamin tetap masuk dalam alokasi kuota haji tahun 2014 dan tidak dikenakan biaya tambahan jika BPIH naik pada tahun depan.       

Pemerintah Arab Saudi, kata dia, terpaksa mengurangi kuota haji untuk Indonesia sebesar 20 persen dari 211.000 calon haji menjadi 168.000 calon haji akibat terlambatnya penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram.    

"Terlambatnya penyelesaian rehabilitasi Masjidil haram berdampak pada berkurangnya daya tampung pelataran tawaf yang terdapat di masjid suci tersebut. Pelataran tawaf yang sebelumnya sanggup menampung 48.000 jamaah per jam, saat ini hanya dapat menampung 22.000 jamaah per jam," kata dia.       

Tidak hanya Indonesia, Pemerintah Arab Saudi juga mengurangi kuota haji negara-negara seluruh dunia, demi keamanan jamaah dalam melaksanakan ibadah haji. (Antara)

Editor: Rusdianto