Pelajar SD-SMP Bintan belajar tatap muka
Sabtu, 6 Maret 2021 19:14 WIB
Pelajar SMPN di Bintan belajar dengan menggunaan laptop. ANTARA/Nikolas Panama
Tanjungpinang (ANTARA) - Sebagian pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau sudah belajar dengan sistem tatap muka di tengah pandemi COVID-19.
Kepala Disdik Bintan Thamsir di Bintan Sabtu mengatakan, pihaknya sejak empat bulan lalu telah memberlakukan model pembelajaran tatap muka secara terbatas bagi pelajar yang sekolah di daratan Bintan.
Disdik Bintan membagi tiga kelompok sekolah dalam mengambil kebijakan itu yakni sekolah skala besar dengan jumlah siswa lebih 500 orang, skala sedang 50-500 orang, skala kecil di bawah 50 orang.
Sebanyak 50 pelajar di sekolah berskala besar setiap hari secara bergiliran masuk ke kelas dengan menaati protokol kesehatan. Sementara untuk sekolah berskala sedang hanya dikenakan melakukan proses pembelajaran tatap muka terhadap 30 pelajar setiap hari sekolah secara bergantian.
"Di sekolah berskala kecil diberlakukan setiap dua hari sekali seluruh siswa masuk ke dalam kelas dengan menaati protokol kesehatan," katanya.
Thamsir menjelaskan pelonggaran pembatasan pembelajaran tatap muka dilakukan terhadap pelajar yang sekolah di pulau-pulau. Mereka sejak Oktober 2020 sudah masuk sekolah dengan menaati protokol kesehatan.
Jumlah seluruh SD di Bintan sebanyak 97 sekolah, sementara SMP 32 sekolah, SMP dan MTSN yang berada di pulau-pulau hanya sembilan sekolah, sedangkan SD mencapai 21 sekolah.
Selama ini, kata dia tidak ada kasus penularan COVID-19 yang disebabkan dari aktivitas di sekolah.
"Tidak ada klaster sekolah. Mudah-mudahan ini tidak terjadi," ucapnya.
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, total jumlah pasien COVID-19 di Bintan mencapai 692 orang, sebanyak 629 orang di antaranya sudah sembuh, dan 17 orang meninggal dunia. Kasus aktif COVID-19 di Bintan tinggal 46 orang.
Kepala Disdik Bintan Thamsir di Bintan Sabtu mengatakan, pihaknya sejak empat bulan lalu telah memberlakukan model pembelajaran tatap muka secara terbatas bagi pelajar yang sekolah di daratan Bintan.
Disdik Bintan membagi tiga kelompok sekolah dalam mengambil kebijakan itu yakni sekolah skala besar dengan jumlah siswa lebih 500 orang, skala sedang 50-500 orang, skala kecil di bawah 50 orang.
Sebanyak 50 pelajar di sekolah berskala besar setiap hari secara bergiliran masuk ke kelas dengan menaati protokol kesehatan. Sementara untuk sekolah berskala sedang hanya dikenakan melakukan proses pembelajaran tatap muka terhadap 30 pelajar setiap hari sekolah secara bergantian.
"Di sekolah berskala kecil diberlakukan setiap dua hari sekali seluruh siswa masuk ke dalam kelas dengan menaati protokol kesehatan," katanya.
Thamsir menjelaskan pelonggaran pembatasan pembelajaran tatap muka dilakukan terhadap pelajar yang sekolah di pulau-pulau. Mereka sejak Oktober 2020 sudah masuk sekolah dengan menaati protokol kesehatan.
Jumlah seluruh SD di Bintan sebanyak 97 sekolah, sementara SMP 32 sekolah, SMP dan MTSN yang berada di pulau-pulau hanya sembilan sekolah, sedangkan SD mencapai 21 sekolah.
Selama ini, kata dia tidak ada kasus penularan COVID-19 yang disebabkan dari aktivitas di sekolah.
"Tidak ada klaster sekolah. Mudah-mudahan ini tidak terjadi," ucapnya.
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, total jumlah pasien COVID-19 di Bintan mencapai 692 orang, sebanyak 629 orang di antaranya sudah sembuh, dan 17 orang meninggal dunia. Kasus aktif COVID-19 di Bintan tinggal 46 orang.
Pewarta : Nikolas Panama
Editor : Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Batam harap 100 mesin ketinting tingkatkan produktivitas nelayan pulau penyangga
29 September 2026 14:41 WIB
DPRD Batam dukung pembelajaran dari rumah imbas kualitas udara tidak sehat
29 September 2026 13:58 WIB
Pemprov Kepri terima hibah 1 unit kendaraan guna dukung gerakan pangan murah
29 September 2026 13:38 WIB
DPRD Batam dukung Sekolah Terintegrasi Merah Putih perluas akses pendidikan berkualitas
29 September 2026 13:38 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
DPRD Batam harap 100 mesin ketinting tingkatkan produktivitas nelayan pulau penyangga
29 September 2026 14:41 WIB
Pemprov Kepri terima hibah 1 unit kendaraan guna dukung gerakan pangan murah
29 September 2026 13:38 WIB
DPRD Batam dukung Sekolah Terintegrasi Merah Putih perluas akses pendidikan berkualitas
29 September 2026 13:38 WIB