Tanjungpinang (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada semester pertama 2010 dibanding 2009 mencapai 8,32 persen, lebih tinggi dibanding tingkat nasional yang hanya 5,9 persen, kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau Zul Amri.
"Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih
tumbuh 4,96 persen, disusul oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran
yang tumbuh sebesar 2,73 persen. Hanya sektor industri pengolahan yang
mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,05 persen," kata Zul Amri di
Tanjungpinang, Kamis 5 Agustus 2010.
Sementara produk domestik regional bruto Kepulauan Riau (PDRB Kepri) pada triwulan kedua tahun 2010 tumbuh sebesar 1,01 persen, sedikit melambat jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2010 yang tumbuh 1,11 persen.
Sedangkan PDRB Kepri pada triwulan kedua tahun 2010 dibandingkan dengan triwulan kedua tahun 2009, tumbuh sebesar 7,43 persen. PDRB Kepri tanpa migas secara berantai yaitu triwulan kedua 2010 dibanding triwulan I 2010 tumbuh sebesar 0,99 persen.
"Sementara triwulan kedua 2010 dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya tumbuh sebesar 7,65 persen," ungkapnya.
Pada triwulan pertama tahun 2010 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp17,36 triliun, kemudian pada triwulan kedua tahun 2010 meningkat menjadi Rp17,7 triliun.
Sementara atas harga konstan 2000, PDRB triwulan pertama tahun 2010 sebesar Rp10 triliun dan pada triwulan kedua tahun 2010 meningkat menjadi Rp10,16 triliun.
Berdasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar pada triwulan kedua tahun 2010 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp8, 2 triliun, kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp3,4 triliun. Disusul sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp1,52 triliun, dan terakhir sektor konstruksi sebesar Rp1,2 triliun.
Sektor ekonomi lainnya masing-masing menghasilkan nilai tambah bruto dibawah Rp1 triliun..
Pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, sektor yang memberikan nilai tambah bruto paling besar berturut-turut sektor industri pengolahan sebesar Rp5,13 triliun, sektor perdagangan, hotel, restoran Rp2,34 triliun, dan sektor pertambangan dan penggalian Rp 533.319,90 juta.
Pada triwulan kedua tahun 2010, sektor ekonomi yang memiliki peranan terbesar adalah sektor industri pengolahan yaitu sebesar 46,55 persen, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 19,73 persen serta sektor pertambangan dan penggalian 8,61 persen.
"Secara keseluruhan ketiga sektor tersebut mempunyai andil peranan sebesar 74,89 persen dalam PDRB," ungkapnya. (NP/Btm1)
Pertumbuhan Ekonomi Kepri Lebih Tinggi dari Nasional
Kamis, 5 Agustus 2010 19:40 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kementerian PPN/Bappenas dorong pertumbuhan ekonomi Kepri tumbuh 7,4 hingga 8,0 persen
06 April 2026 14:51 WIB
BMKG: Angin kencang di Kepri hambat pertumbuhan awan hujan, cuaca Sabtu didominasi berawan
28 March 2026 7:19 WIB
Pertumbuhan ekonomi Batam 2025 tembus 6,76% tanpa migas, tertinggi di Kepulauan Riau
10 March 2026 18:02 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB