Jakarta (ANTARA) - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi, berupa abu yang terlempar sekira 1.500 meter di atas puncak gunung berapi. 

Petugas Pos Pengamatan Gunung Sumeru Mukdas Sofian mengatakan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 0 detik pada pukul 15.50 WIB.

"Kolom abu terpantau berwarna putih hingga abu-abu dengan intensitas tebal ke arah timur laut," kata Mukdas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu malam.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)  merekomendasikan masyarakat, pengunjung, atau wisatawan tidak melakukan aktivitas  di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Kemudian, di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terkena perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat, pengunjung, atau wisatawan juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima km dari puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lemparan batu (panas).

PVMBG juga merekomendasikan untuk selalu mewaspadai potensi jatuhan awan panas, jatuhan lahar, dan lahar di sepanjang sungai atau lembah hulu dari puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. serta potensi lahar pada sungai- sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.






 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Semeru meletus, lontarkan abu setinggi 1,5 kilometer