461 anak terbunuh sejak perang Rusia dengan Ukraina
Sabtu, 25 Februari 2023 16:54 WIB
Warga Negara Asing (WNA) asal Ukraina berdoa saat peringatan satu tahun invasi Rusia ke Ukraina di Kantor Konsulat Ukraina, Denpasar, Bali, Jumat (24/2/2023). Kegiatan peletakan bunga disertai doa tersebut untuk memperingati satu tahun invasi Rusia ke Ukraina dengan harapan perang cepat berakhir. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/pri.
Kiev (ANTARA) - Ombudsman Ukraina Dmytro Lubinets menyatakan sebanyak 461 anak telah terbunuh sejak dimulainya perang Rusia dengan Ukraina satu tahun lalu.
"Angka-angka ini belum final. Untuk mengklarifikasi ini, pekerjaan masih berlanjut di daerah yang diduduki sementara, dibebaskan, dan di mana konflik berlanjut," kata Lubinets kepada Anadolu dalam sebuah wawancara, Jumat (24/2).
Menurut dia, saat ini sulit untuk menentukan jumlah pasti warga Ukraina yang melarikan diri dari negara itu sejak awal perang.
Sementara berdasarkan angka PBB, terdapat lebih dari 8 juta pengungsi Ukraina di Eropa hingga 20 Februari 2023, 5 juta diantaranya telah terdaftar dalam berbagai program perlindungan nasional negara-negara Eropa.
Lubinets lebih lanjut mengatakan ombudsman tidak tahu berapa banyak warga Ukraina yang berada di Rusia dan Belarusia, tetapi lebih dari 15 juta orang meninggalkan Ukraina berdasarkan informasi dari badan pengungsi PBB tentang jumlah mereka yang melintasi perbatasan Ukraina.
Dia juga mencatat banyak anak yang dirugikan akibat perang.
"Ada 520.000 anak Ukraina di luar negeri karena perang yang dilakukan oleh Rusia," kata dia.
Karena Rusia menghalangi akses informasi dan kontak tentang warga Ukraina yang dideportasi secara ilegal dengan segala cara, Lubinets memperkirakan jumlahnya bisa mencapai hingga 150.000 anak.
Dia juga mengatakan 6.447 anak--yang kehilangan orang tua mereka-- telah diidentifikasi. Sebanyak 1.233 di antaranya tidak memiliki keluarga.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ombudsman Ukraina: 461 anak terbunuh sejak perang dengan Rusia
"Angka-angka ini belum final. Untuk mengklarifikasi ini, pekerjaan masih berlanjut di daerah yang diduduki sementara, dibebaskan, dan di mana konflik berlanjut," kata Lubinets kepada Anadolu dalam sebuah wawancara, Jumat (24/2).
Menurut dia, saat ini sulit untuk menentukan jumlah pasti warga Ukraina yang melarikan diri dari negara itu sejak awal perang.
Sementara berdasarkan angka PBB, terdapat lebih dari 8 juta pengungsi Ukraina di Eropa hingga 20 Februari 2023, 5 juta diantaranya telah terdaftar dalam berbagai program perlindungan nasional negara-negara Eropa.
Lubinets lebih lanjut mengatakan ombudsman tidak tahu berapa banyak warga Ukraina yang berada di Rusia dan Belarusia, tetapi lebih dari 15 juta orang meninggalkan Ukraina berdasarkan informasi dari badan pengungsi PBB tentang jumlah mereka yang melintasi perbatasan Ukraina.
Dia juga mencatat banyak anak yang dirugikan akibat perang.
"Ada 520.000 anak Ukraina di luar negeri karena perang yang dilakukan oleh Rusia," kata dia.
Karena Rusia menghalangi akses informasi dan kontak tentang warga Ukraina yang dideportasi secara ilegal dengan segala cara, Lubinets memperkirakan jumlahnya bisa mencapai hingga 150.000 anak.
Dia juga mengatakan 6.447 anak--yang kehilangan orang tua mereka-- telah diidentifikasi. Sebanyak 1.233 di antaranya tidak memiliki keluarga.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ombudsman Ukraina: 461 anak terbunuh sejak perang dengan Rusia
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Eropa tengah bersiap hadapi kemungkinan Presiden AS setop dukungan ke Ukraina
24 November 2025 10:53 WIB
Trump sebut akan beri ancaman sanksi 'besar-besaran' ke Rusia dalam 2 minggu
23 August 2025 14:11 WIB
Trump terbuka untuk bertemu dengan pemimpin Ukraina dan Rusia di Turki upaya akhiri perang
03 June 2025 11:48 WIB, 2025
Korea selatan: Korea utara akan tambah pasukan dan pasok drone bunuh diri ke Rusia
23 December 2024 16:41 WIB, 2024
Donald Trump disebut akan berhenti danai perang di Ukraina jika menang pilpres
11 March 2024 13:00 WIB, 2024
Terpopuler - Jagat
Lihat Juga
NASA berencana manfaatkan AI dan drone untuk bangun pangkalan permanen di Bulan
01 June 2026 11:30 WIB