DPRD Kepri: Usut Kecurangan Penerimaan CPNS
Jumat, 24 Desember 2010 20:18 WIB
Tanjungpinang (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau akan mengusut kecurangan yang ditemukan dalam proses penerimaan CPNS 2010.
"Tidak mungkin seorang CPNS dapat lulus ujian tertulis di Kepri (Kepulauan Riau) dan Tanjungpinang, karena kedua daerah melaksanakan ujian secara bersamaan," kata Ketua DPRD Kepulauan Riau Nur Syafriadi, Jumat.
Ummi Pratiwi, seorang dokter spesialis gigi, dinyatakan lulus CPNS Kepri dan Tanjungpinang, sementara kedua daerah tersebut melaksanakan ujian secara bersamaan. Ujian CPNS Kepri dan Tanjungpinang berlangsung pada 11 Desember 2010.
Peserta CPNS Kepri dan Tanjungpinang melaksanakan ujian tertulis di Tanjungpinang pukul 08.30-11.00 WIB.
Nur menduga Ummi menggunakan "joki" agar dapat mengikuti ujian CPNS Kepri dan Tanjungpinang dalam waktu yang sama.
"Kami juga mendapat laporan masih banyak kecurangan lainnya yang terjadi dalam proses penerimaan CPNS Kepri," ujarnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri.
Nur mengaku mendapat laporan dari oknum PNS yang berjuang meluluskan saudaranya pada penerimaan CPNS Kepri 2010. Oknum PNS itu diminta membayar uang sebesar Rp70 juta-Rp150 juta agar saudaranya lulus ujian tertulis CPNS Kepri.
"Ini upaya penipuan yang harus diusut tuntas," ujar Nur yang diusung Partai Golkar.
Selain itu, Nur juga menemukan indikasi kolusi dalam proses penerimaan CPNS Kepri 2010. Kondisi itu diduga terjadi pada penerimaan CPNS Kepri tahun sebelumnya.
"Kami akan memanggil Ummi dan Badan Kepegawaian Daerah Kepri," ujarnya.
Ia mengatakan, ujian CPNS Kepri tidak perlu diulang, karena tidak semua peserta bermasalah. Namun CPNS Kepri dan Tanjungpinang yang merasa dirugikan akibat kecurangan yang terjadi dalam proses penerimaan itu dapat melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
"Saya kecewa dengan proses penerimaan CPNS Kepri tersebut, dari tahun ke tahun tidak membaik," katanya.(ANT-NP/A013/Btm2)
"Tidak mungkin seorang CPNS dapat lulus ujian tertulis di Kepri (Kepulauan Riau) dan Tanjungpinang, karena kedua daerah melaksanakan ujian secara bersamaan," kata Ketua DPRD Kepulauan Riau Nur Syafriadi, Jumat.
Ummi Pratiwi, seorang dokter spesialis gigi, dinyatakan lulus CPNS Kepri dan Tanjungpinang, sementara kedua daerah tersebut melaksanakan ujian secara bersamaan. Ujian CPNS Kepri dan Tanjungpinang berlangsung pada 11 Desember 2010.
Peserta CPNS Kepri dan Tanjungpinang melaksanakan ujian tertulis di Tanjungpinang pukul 08.30-11.00 WIB.
Nur menduga Ummi menggunakan "joki" agar dapat mengikuti ujian CPNS Kepri dan Tanjungpinang dalam waktu yang sama.
"Kami juga mendapat laporan masih banyak kecurangan lainnya yang terjadi dalam proses penerimaan CPNS Kepri," ujarnya yang dihubungi dari Tanjungpinang, Ibu Kota Kepri.
Nur mengaku mendapat laporan dari oknum PNS yang berjuang meluluskan saudaranya pada penerimaan CPNS Kepri 2010. Oknum PNS itu diminta membayar uang sebesar Rp70 juta-Rp150 juta agar saudaranya lulus ujian tertulis CPNS Kepri.
"Ini upaya penipuan yang harus diusut tuntas," ujar Nur yang diusung Partai Golkar.
Selain itu, Nur juga menemukan indikasi kolusi dalam proses penerimaan CPNS Kepri 2010. Kondisi itu diduga terjadi pada penerimaan CPNS Kepri tahun sebelumnya.
"Kami akan memanggil Ummi dan Badan Kepegawaian Daerah Kepri," ujarnya.
Ia mengatakan, ujian CPNS Kepri tidak perlu diulang, karena tidak semua peserta bermasalah. Namun CPNS Kepri dan Tanjungpinang yang merasa dirugikan akibat kecurangan yang terjadi dalam proses penerimaan itu dapat melaporkannya kepada pihak yang berwajib.
"Saya kecewa dengan proses penerimaan CPNS Kepri tersebut, dari tahun ke tahun tidak membaik," katanya.(ANT-NP/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DPRD Batam perkuat sinergi dengan TNI AU dalam pisah sambut Danlanud Hang Nadim
14 April 2026 14:35 WIB