Dua nelayan hilang kontak di perairan Bintan
Kamis, 20 Juli 2023 17:12 WIB
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang melakukan operasi pencarian dua orang nelayan pria hilang kontak di perairan Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (20/7/2023). (ANTARA-HO/Humas SAR Tanjungpinang)
Tanjungpinang (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang melakukan operasi pencarian dua orang nelayan yang hilang kontak di perairan sekitar Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala SAR Tanjungpinang Slamet Riyadin di Tanjungpinang, Kamis, menjelaskan kedua melayan itu bernama Ade Rohendi (30) dan Arsad (50), warga Desa Malang Rapat. Mereka hilang kontak saat tengah mencari ikan di sekitar perairan Desa Malang Rapat, Rabu (19/7) malam, sekira pukul 21.30 WIB.
"Laporan kehilangan kedua korban kami terima dari Polsek Gunung Kijang, Polres Bintan, siang tadi sekira pukul 13.30 WIB," kata Kepala SAR Tanjungpinang, Slamet Riyadi, Kamis (20/7).
Setelah menerima informasi itu, kata Slamet, Kantor SAR Tanjungpinang langsung mengirimkan personel pencarian dan pertolongan berjumlah tujuh orang ke lokasi kejadian kecelakaan menggunakan rescue car D-Max dan rescue truck.
Menurutnya, saat ini proses pencarian kedua korban tengah berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dari Kantor SAR Tanjungpinang, Polsek Gunung Kijang, Kepala Desa Malang Rapat, dan masyarakat nelayan sekitar.
Adapun kondisi cuaca terkini di Perairan Bintan sedang hujan dengan tinggi gelombang 0,1 sampai 0,5 meter.
"Tim gabungan masih menyisir lokasi kejadian kecelakaan di Perairan Malang Rapat menggunakan perahu karet mopel (motor tempel), dan perahu nelayan. Semoga kedua korban lekas ditemukan dalam keadaan selamat," demikian Slamet.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: SAR Tanjungpinang cari dua nelayan hilang kontak di perairan Bintan
Kepala SAR Tanjungpinang Slamet Riyadin di Tanjungpinang, Kamis, menjelaskan kedua melayan itu bernama Ade Rohendi (30) dan Arsad (50), warga Desa Malang Rapat. Mereka hilang kontak saat tengah mencari ikan di sekitar perairan Desa Malang Rapat, Rabu (19/7) malam, sekira pukul 21.30 WIB.
"Laporan kehilangan kedua korban kami terima dari Polsek Gunung Kijang, Polres Bintan, siang tadi sekira pukul 13.30 WIB," kata Kepala SAR Tanjungpinang, Slamet Riyadi, Kamis (20/7).
Setelah menerima informasi itu, kata Slamet, Kantor SAR Tanjungpinang langsung mengirimkan personel pencarian dan pertolongan berjumlah tujuh orang ke lokasi kejadian kecelakaan menggunakan rescue car D-Max dan rescue truck.
Menurutnya, saat ini proses pencarian kedua korban tengah berlangsung dengan melibatkan tim gabungan dari Kantor SAR Tanjungpinang, Polsek Gunung Kijang, Kepala Desa Malang Rapat, dan masyarakat nelayan sekitar.
Adapun kondisi cuaca terkini di Perairan Bintan sedang hujan dengan tinggi gelombang 0,1 sampai 0,5 meter.
"Tim gabungan masih menyisir lokasi kejadian kecelakaan di Perairan Malang Rapat menggunakan perahu karet mopel (motor tempel), dan perahu nelayan. Semoga kedua korban lekas ditemukan dalam keadaan selamat," demikian Slamet.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: SAR Tanjungpinang cari dua nelayan hilang kontak di perairan Bintan
Pewarta : Ogen
Editor : Yuniati Jannatun Naim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum Kepri tetapkan Desa Wisata Pengudang di Bintan jadi kawasan berbasis KI
03 June 2026 7:55 WIB
Pemkab Bintan siapkan layanan kesehatan "home care" untuk jamaah haji baru pulang
02 June 2026 11:39 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB