Jakarta (ANTARA News) - Ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi tepat di depan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) dengan menaiki sepeda motor dan mobil terbuka.

Dari pantauan ANTARA di depan Kemenakertrans, Jakarta, Minggu, para buruh mulai memenuhi jalan di depan Kementerian sejak pukul 10.45 WIB.

Rombongan buruh yang hadir dengan  tanda pengenal mulai dari bendera berwarna biru muda hingga jaket biru laut hadir pertama di depan Kementerian yang dipimpin politisi PKB tersebut.

Ekor dari rombongan buruh pertama tersebut mencapai jalan layang di depan Gedung Power Indonesia, Jalan Gatot Subroto. Sedangkan beberapa rombongan lebih kecil juga menggunakan sepeda motor juga terlihat  mulai mendekati Kemenakertrans.

Ratusan buruh lainnya menggunakan jaket berwarna hijau tua juga menggunakan sepeda motor terpantau bergerak menuju arah Semanggi dari Slipi. Puluhan buruh juga mulai terlihat di depan Gedung DPR/MPR, Kompleks Senayan. 

Pengamanan pada peringatan Hari Buruh atau dikenal dengan May Day juga tampak di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Minimal lima satuan setingkat kompi (SSK) tampak disiagakan di setiap terminal keberangkatan, kegiatan terminal pun terpantau aman. 

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar berkomitmen untuk memperketat dan membatasi pelaksanaan "outsourcing" atau sistem kontrak.

"Outsourcing akan diperketat sehingga tidak merajalela bahkan dibatasi kalau bisa dihilangkan," kata Muhaimin saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan ke PT Keramik Kemenangan Jaya, Bogor.

Penghapusan sistem kerja kontrak dalam beberapa tahun terakhir menjadikan tuntutan kelompok buruh dalam setiap aksi unjuk rasa di Hari Buruh atau "May Day".

Selain membatasi sistem kerja kontrak, Menakertrans juga berkomitmen untuk mendorong polisi dan kejaksaan mengawasi jalannya pemberangusan serikat pekerja dan meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan kerja buruh melalui jamsostek.

(ANT-V002/A011/Btm3)