Karimun (ANTARA News) - Pengembangan pusat industri dan perdagangan di
kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Karimun, Provinsi Kepulauan
Riau, terkendala belum selesainya pelabuhan kontainer Malarko di Desa
Pongkar, Kecamatan Tebing.
"Investor sebenarnya sudah banyak datang ingin membangun kawasan
industri dan perdagangan, namun tertunda karena sarana pelabuhan
kontainer belum selesai," kata Wakil Ketua BP FTZ Karimun, Muhammad
Tahar di Tanjung Balai Karimun, Senin.
Muhammad Tahar mengatakan keberadaan pelabuhan kontainer sangat vital
untuk keperluan pengangkutan dan bongkar muat barang-barang industri.
"Selain pelabuhan kontainer, lanjut dia, sarana jalan juga belum
memadai. Ini menjadi penghambat mengapa industri dan perdagangan belum
tumbuh di FTZ," tuturnya.
Dia mengaku tidak mengetahui kapan Pelabuhan Malarko selesai dibangun karena proyek Dinas Perhubungan.
"Pengamatan kami, pondasi pelabuhan itu sudah selesai, tapi tidak tahu
kapan selesainya, harapan kami bisa selesai secepatnya sehingga lahan
investasi di daratan mulai berdiri pusat-pusat industri dan
perdagangan," ujarnya.
Sementara, untuk industri perkapalan atau 'shipyard' yang lahannya
dialokasikan di sepanjang pantai utara Pulau Karimun Besar, menurut
Kepala Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu Karimun itu, berkembang
sangat pesat bahkan lahan tersedia sudah penuh.
Kalau pun ada, investor yang tertarik mendirikan perusahaan shipyard
harus mereklamasi dan perdalam alur pantai sehingga dapat diperuntukkan
bagi industri galangan kapal.
Selain itu, mereka juga harus mau berdampingan dengan perusahaan shipyard yang sudah lebih dulu berdiri,'' ujarnya.
Di pesisir pantai yang termasuk kawasan bebas, sudah berdiri beberapa
perusahaan shipyard dan jasa konstruksi dalam maupun luar negeri, di
antaranya PT Saipem Karimun Yard, PT Multi Ocean Shipyard, Karimun
Marine Shipyard, Tri Karya Alam, Kinaka Shipyard dan PT Karimun
Sembawang Shipyard.
Seluruh perusahaan itu berdiri di pantai Desa Pangke dan Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral.
(ANT-RD/K005/Btm1)
Pengembangan Industri Karimun Terkendala Pelabuhan Kontainer
Senin, 20 Juni 2011 21:22 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BATIC 2026 perkuat kolaborasi digital Asia Pasifik, bahas pengembangan autonomous AI
26 August 2026 8:21 WIB
STAIN Sultan Abdurrahman fasilitasi penerbitan 6.362 sertifikat halal UMKM di Kepri
25 July 2026 15:30 WIB
BP Batam dukung pengembangan KEK Tanjung Sauh bangun PLTU berkapasitas 300 MW
24 July 2026 10:49 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
PGN Batam catat 1.868 pelanggan rumah tangga telah dialiri gas bumi sepanjang 2026
07 September 2026 10:53 WIB