Batam (ANTARA News) - Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari mengatakan, potensi pendapatan asli daerah dari keberadaan sekitar 5.000 pekerja asing hilang sekitar Rp50 miliar setiap tahun akibat tidak memiliki Balai Latihan Kerja.

"Bila Batam memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) seharusnya sekitar Rp50 miliar dana iuran pekerja asing yang disetor ke pusat kembali ke Batam," kata Ricky di Batam, senin.

Namun, kata Ricky, karena hingga kini Kota Batam tidak memiliki BLK, dana tersebut tidak dikembalikan ke Batam.

"Syarat untuk mendapatkan dana tersebut ialah harus memiliki BLK. Kalau tidak ada BLK tidak akan dikembalikan ke daerah," kata Ricky.

Menurut Ricky, BLK milik Badan pengusahaan (BP) Batam yang ada di Batuaji juga dibiarkan dan tidak jelas kegunaannya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dan Badan Pengusahaan Batam membentuk tim untuk mengkaji pembentukan Balai Latihan Kerja di Batam.

"Tim akan mengkaji pembentukan BLK baru di Batam atau mengambil alih pengelolaan BLK di Batuaji yang saat ini dimiliki oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti di Batam.

"Sebagai daerah industri, pembentukan BLK di Kota Batam sangat mendesak," kata Rudi.

Namun, kata Rudi, Pemkot Batam belum akan membangun BLK baru hingga akhir 2011.

"Pada 2011 ini, Batam belum akan memiliki BLK. Karena pembangunan BLK tidak masuk dalam APBD Kota Batam 2011," kata dia.

Akibat tidak memiliki BLK, kata dia, Batam tidak mendapatkan Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan (DPKK) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sejak 2009.

Padahal, kata dia, Sebagai pusat industri di Indonesia Batam termasuk pengumpul DPKK terbesar di Indonesia. Tiap tahun Batam menyumbang pendapatan negara bukan pajak dari sektor tenaga kerja asing sekitar Rp60 miliar dari 5.000-an tenaga kerja.

Setiap TKA, kata dia, wajib membayar uang 1.200 dolar AS kepada negara setiap tahun.

"Dengan ada BLK, kami harap Batam bisa mendapat saluran dana DPKK," kata Rudi.

Selain mendapat dana DPKK, ia mengatakan kehadiran BLK dapat mengurangi jumlah pengangguran.

"Mudah-mudahan BLK bisa terwujud pada 2012, sehingga kami bisa menyelenggarakan pelatihan dalam skala lebih besar," kata Rudi.

(ANT-L/S023/Btm3)