Batam (ANTARA News) - Sejumlah anggota Kepolisian dari Polresta Batam Rempang Galang disiapkan untuk pengamanan puncak arus mudik Lebaran 1432 H di Pelabuhan Beton Sekupang pada Sabtu-Minggu.

"Anggota Polresta Batam Rempang Galang (Barelang) telah disiapkan. Pada dua hari tersebut jumlah pemudik dengan tujuan Belawan melalui Tanjung Balai Karimun dan Dumai diperkirakan akan mengalami lonjakan dari pekan sebelumnya," kata Kepala Kepolisian Khusus Pelabuhan (KKP) Polresta Barelang, AKP Dasrul Savit di Batam, Jumat.

Dua kapal yang akan mengangkut pemudik berkapasitas lebih dari 6.000 orang sehingga pengamanan akan lebih ketat dibanding saat arus mudik tujuan Jakarta pada Rabu lalu, kata dia.

Dasrul mengatakan, pada Rabu (23/8) KKP mendapat bantuan sebanyak 30 personel pengaman dari Polresta Barelang saat puncak arus mudik tujuan Jakarta.

"Mudah-mudahan tidak ada gangguan keamanan sehingga puncak arus mudik bisa berlangsung lancar," Dasrul berharap.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono ketika pada kamis pekan ini meninjau kesiapan Pelabuhan Domestik dan Beton Sekupang Batam, berharap semua pihak pelayan dan pengaman arus mudik Lebaran bisa berkoordinasi dengan baik agar kecelakaan bisa dihindari.

"Keselamatan adalah hal utama yang tidak boleh diabaikan apapun kondisinya. Pemudik harus sampai tempat tujuan dengan selamat," kata dia.

Bambang tidak ingin kejadian seperti yang terjadi di Kalimantan Timur saat sekitar 700 penumpang tujuan Pare-Pare harus diturunkan karena kapal yang mereka tumpangi melebihi kapasitas yang ditentukan dan membahayakan bagi penumpang.

General Manager (GM) PT Pelni Batam H Sutrisno, mengatakan PT Pelni mendapatkan dispensasi tambahan penumpang hingga 30 persen dari Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang Lebaran 1432 Hijriah.

"Dengan kuota tambahan tersebut penumpang kapal PT Pelni ke semua tujuan mudah-mudahan dapat diangkut," kata Sutrisno.

Tambahan tersebut, kata Sutrisno berlaku mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

(ANT-L/A013/Btm1)