Batam (ANTARA News) - Sekitar 2.000 penumpang KM Kelud dari Pelabuhan Belawan Sumatra Utara turun di Pelabuhan Beton Sekupang Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu.

Syahbandar Pelabuhan Beton Sekupang, Agung Rahmadi, di Batam mengatakan, hari ini (Rabu) merupakan puncak arus balik dengan menggunakan kapal laut dari Sumatra Utara.

"Hari ini menjadi puncak arus balik dari Sumatra Utara, sebih dari separoh pemudik yang melalui pelabuhan ini telah kembali," kata dia.

Menurut Rahmadi, berdasarkan catatan yang ia peroleh, jumlah pemudik yang melalui Pelabuhan Beton Sekupang menjelang Lebaran 1432 Hijriyah mencapai 4.000 orang.

"Minggu (4/9) lalu, sebanyak 600 penumpang dari Sumatra Utara telah tiba di Batam dengan KM Labobar. Berarti yang tersisa hanya sekitar 1.400 orang saja," tambah dia.

Rahmadi mengatakan, para pemudik tersebut akan kembali ke Batam pada Rabu pekan depan dengan kapal yang sama.

Sementara itu, kata dia, arus balik dari Jakarta akan sampai pada puncaknya pada Sabtu (10/9) nanti.

Kapolsek Khusus Kawasan Pelabuhan (KKP) Polresta Batam Rempang Galang (Barelang), Dasrul Savit, mengatakan, jumlah petugas kepolisian yang mengamankan arus balik di Pelabuhan Beton Sekupang hari ini berjumlah 75 orang.

"Kami mendapatkan bantuan 30 petugas dari Polresta. Sementara petugas KKP sendiri 45 orang," kata dia.

Menurut Dasrul, penambahan petugas kepolisian tersebut bertujuan agar para penumpang yang baru turun dari kapal tertib saat hendak keluar dari pelabuhan.

"Selain itu, kami juga mengantisipasi penyelundupan barang-barang terlarang yang mungkin saja dilakukan oleh orang yang balik ke Batam," ucap dia.

Karena, kata Dasrul, beberapa kali petugas KKP menangkap orang yang berupaya menyelundupkan narkoba jenis ganja dan barang-barang terlarang lain melalui Pelabuhan Beton Sekupang.

 "Hari ini, semua berjalan tertib, kami juga tidak menemukaan barang-barang terlarang yang dibawa oleh penumpang kapal," ucap Dasrul.

(ANT-L/M012/Btm3)