Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Sekretaris Komisi I DPRD Kepulauan Riau, Surya Makmur Nasution mengatakan akses menuju pulau terdepan yang berbatasan dengan negara tetangga atau provinsi lain di daerah setempat merupakan salah satu kendala untuk melakukan pengelolaan.

"Keterisolasian dan sulitnya akses menuju pulau terdepan baik yang berbatasan dengan negara tetangga atau provinsi lain menjadi kendala dalam pengelolaannya di Kepulauan Riau (Kepri)," kata Surya saat menjadi pembicara dalam "workshop" model pengelolaan perbatasan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji di Tanjungpinang, Rabu.

Surya mengatakan, dengan minimnya akses menuju pulau terluar menyebabkan akses informasi, perekonomian untuk daerah "hinterland" itu menjadi tertutup.

"Diharapkan ada upaya strategis dari pemerintah daerah untuk kawasan pulau terluar yang merupakan daerah perbatasan itu," ujar Surya.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, kemauan politik yang jelas juga harus ada agar pemerintah daerah bisa menyatakan kawasan perbatasan menjadi prioritas percepatan pembangunan.

"Jika tidak ada kemauan politik yang jelas, sulit untuk dilakukan percepatan pembangunan," ujarnya.

Selain itu, Surya juga berharap dengan adanya Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Kepri yang baru terbentuk bisa bekerja maksimal untuk melakukan percepatan pembangunan di pulau terdepan itu.

"Jangan jadikan Badan Pengelola Perbatasan untuk eselonisasi para pejabat, sehingga tidak ada rencana kerja yang jelas dalam mengelola pulau-pulau terdepan di perbatasan.

Bertha de Jurisal dari Bappeda Provinsi Kepri mengatakan, di Kepri terdapat 49 pulau terdepan yang langsung berbatasan dengan negara tetangga serta sejumlah provinsi.

"Kepri mempunyai 49 pulau terdepan, 30 berbatasan langsung dengan sejumlah provinsi dan 19 dengan negara tetangga," kata Bertha.

Menurut Bertha, potensi konflik yang kemungkinan besar terjadi di pulau terdepan Kepri adalah yang berbatasan dengan provinsi terdekat bukan dengan sejumlah negara tetangga.

Provinsi Kepri terdiri dari 2.408 pulau, namun hasil verifikasi Kemendagri menurut Surya Makmur berjumlah sebanyak 1.795 pulau dan 19 pulau diantaranya berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Kamboja dan Vietnam.

Pulau-pulau yang langsung berbatasan dengan sejumlah negara itu tujuh diantaranya terdapat di Kabupaten Natuna, yaitu Pulau Sekatung, Semiun, Sebatul, Senoa, Subi Kecil, Cepala dan Pulau Tokong Boro.

Di Kabupaten Kepulauan Anambas terdapat lima pulau terdepan yaitu Pulau Damar, Tokong Nanas, Tokong Malang Biru, Mangkai dan Pulau Tokong Berlayar.

Empat pulau terdepan juga terdapat di Kota Batam yang berbatasan dengan Singapura, yaitu Pulau Nipah, Batu Berhenti, Pelampung dan Nongsa.

Sementara itu, di Kabupaten Karimun terdapat dua pulau, yaitu Pulau Karimun Kecil dan Tokong Iyu.

Terakhir di Kabupaten Bintan terdapat Pulau Sentut yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Dari 19 pulau terdepan itu, sebagian diantaranya belum termasuk dalam skala prioritas pembangunan nasional hingga 2014.

(pso-029/S006)