ICMI Pelopori Gerakan Tanjungpinang Berbagi
Minggu, 15 Januari 2012 16:19 WIB
Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, memelopori gerakan sosial yang diberi nama Tanjungpinang Berbagi.
"Gerakan sosial ini akan membantu masyarakat miskin," kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Tanjungpinang, Juramadi Esram, di Tanjungpinang, Minggu.
Juramadi yang juga Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang, mengatakan, sumber dana berasal dari anggota ICMI yang berjumlah 91 orang.
Dana yang terkumpul dari anggota ICMI ssmentara mencapai Rp800.000.
ICMI berharap sumbangan dana untuk gerakan Tanjungpinang Berbagi bukan hanya bersumber dari anggota ICMI, melainkan juga dari masyarakat yang memiliki kemampuan perekonomian.
Peran ICMI diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat miskin.
"Sistem pelaksanaan dibuat dengan transparan dan dikerjakan oleh anggota ICMI. Insya Allah dana yang diberikan kepada ICMI akan dipergunakan untuk kepentingan umat," ujar dia.
Gerakan Tanjungpinang berbagi dicetuskan pada saat rapat kerja perdana ICMI di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tanjungpinang.
Hadir dalam raker tersebut Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli, anggota DPRD Kepri Suryamakmur, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kepri Masyitah, pengurus Dewan Masjid Indonesia Kepri Tafrudin Jarigis, dan penasehat ICMI Daeng Ayub Natuna serta Ketua Dewan Pakar ICMI Kota Zamzami A Karim.
Gerakan Tanjungpinang Berbagi dipelopori setelah dilakukan Gerakan Tanjungpinang Menulis di Tugu Pensil.
"Gerakan Tanjungpinang Menulis digelar pada pekan lalu. Gerakan itu sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia," ujarnya.
Kepala BPS Tanjungpinang, Muller, yang memulai ide Tanjungpinang Berbagi mengatakan, pada prinsipnya gerakan ini untuk memberikan contoh yang baik bahwa ICMI tidak meletakkan tangan di bawah, melainkan ICMI Tanjungpinang memberikan bantuan kepada pihak yang membutuhkan.
Selain itu, peran ICMI yang keanggotaannya terdiri dari birokrat, akademisi, guru, hingga wartawan, dianggap memiliki sumber daya untuk memberikan andil dalam mengisis pembangunan di Tanjungpinang.
"Kami mulai dari yang kecil dulu seperti mau berbagi kepada yang membutuhkan," ujarnya yang juga anggota ICMI Tanjungpinang.
Sementara itu, Edward Mandala, salah satu akademisi yang tergabung dalam ICMI menyambut baik gerakan tersebut. Namun ia mengingatkan, dana yang bersumber dari masyarakat harus dikelola dengan sistem yang baik.
(KR-NP/A013)
"Gerakan sosial ini akan membantu masyarakat miskin," kata Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Tanjungpinang, Juramadi Esram, di Tanjungpinang, Minggu.
Juramadi yang juga Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang, mengatakan, sumber dana berasal dari anggota ICMI yang berjumlah 91 orang.
Dana yang terkumpul dari anggota ICMI ssmentara mencapai Rp800.000.
ICMI berharap sumbangan dana untuk gerakan Tanjungpinang Berbagi bukan hanya bersumber dari anggota ICMI, melainkan juga dari masyarakat yang memiliki kemampuan perekonomian.
Peran ICMI diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat miskin.
"Sistem pelaksanaan dibuat dengan transparan dan dikerjakan oleh anggota ICMI. Insya Allah dana yang diberikan kepada ICMI akan dipergunakan untuk kepentingan umat," ujar dia.
Gerakan Tanjungpinang berbagi dicetuskan pada saat rapat kerja perdana ICMI di Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Tanjungpinang.
Hadir dalam raker tersebut Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli, anggota DPRD Kepri Suryamakmur, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kepri Masyitah, pengurus Dewan Masjid Indonesia Kepri Tafrudin Jarigis, dan penasehat ICMI Daeng Ayub Natuna serta Ketua Dewan Pakar ICMI Kota Zamzami A Karim.
Gerakan Tanjungpinang Berbagi dipelopori setelah dilakukan Gerakan Tanjungpinang Menulis di Tugu Pensil.
"Gerakan Tanjungpinang Menulis digelar pada pekan lalu. Gerakan itu sebagai upaya meningkatkan sumber daya manusia," ujarnya.
Kepala BPS Tanjungpinang, Muller, yang memulai ide Tanjungpinang Berbagi mengatakan, pada prinsipnya gerakan ini untuk memberikan contoh yang baik bahwa ICMI tidak meletakkan tangan di bawah, melainkan ICMI Tanjungpinang memberikan bantuan kepada pihak yang membutuhkan.
Selain itu, peran ICMI yang keanggotaannya terdiri dari birokrat, akademisi, guru, hingga wartawan, dianggap memiliki sumber daya untuk memberikan andil dalam mengisis pembangunan di Tanjungpinang.
"Kami mulai dari yang kecil dulu seperti mau berbagi kepada yang membutuhkan," ujarnya yang juga anggota ICMI Tanjungpinang.
Sementara itu, Edward Mandala, salah satu akademisi yang tergabung dalam ICMI menyambut baik gerakan tersebut. Namun ia mengingatkan, dana yang bersumber dari masyarakat harus dikelola dengan sistem yang baik.
(KR-NP/A013)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 240 pesilat ikuti kejuaraan pencak silat Kapolda Kepri Cup 2024
12 May 2024 12:42 WIB, 2024
IGI Natuna gelar pelatihan menulis buku untuk tingkatkan literasi guru
04 November 2023 13:42 WIB, 2023
Ikatan Dokter Anak imbau masyarakat tak beli obat bebas tanpa rekomendasi tenaga kesehatan
19 October 2022 19:55 WIB, 2022
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
BMKG akhiri peringatan dini tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi
08 June 2026 12:43 WIB