Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 70 orang lanjut usia menjadi peserta operasi katarak gratis di Batam, Sabtu.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Kepulauan Riau, Bank Mandiri dan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia di Rumah Sakit Embung Fatimah Kota Batam.

Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rekaveny mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian program "Low Vision" yang merupakan kegiatan utama dari organisasi tersebut dengan tujuan membantu program pemberantasan buta di Kepri.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan terbaik, terutama bagi penyandang katarak agar Kepri bebas buta. Saat ini, sudah ada sebanyak 180 calon pasien operasi katarak yang terdaftar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah," kata dia.

Ia mengatakan, selain operasi katarak, LKKS juga memberikan konsultasi dan pengobatan hingga tiga minggu pascaoperasi.

"Selain operasi gratis, kami juga memberikan pelayanan pascaoperasi hingga seluruh pasien benar-benar sembuh," kata dia.

LKKS sebenarnya menargetkan 100 orang yang menjadi peserta pada Sabtu (28/1), namun hingga sore yang menjalani operasi hanya 70 pasien yang berasal dari Kota Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun.

"Masih banyak calon pasien yang merasa takut untuk dioperasi. Sebagai contoh, batalnya operasi katarak bagi 19 orang dari Graha Lansia yang disebabkan takut dioperasi," kata Rekaveny.

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Nur Syafriadi berharap agar kegiatan yang telah dilakukan LKKS ini dapat terus dilanjutkan, karena sangat membantu bagi masyarakat ekonomi lemah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo mengatakan Pemerintah Provinsi sangat komit dalam program-program pengentasan kemiskinan, diantaranya dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat, seperti dalam bidang kesehatan.

"Pemerintah Provinsi, tahun ini mengalokasikan Rp160 miliar untuk berbagai program pengentasan kemiskinan yang mencakup pendidikan dan kesehatan," kata dia.

Disamping itu, Kabupaten/Kota juga mengalokasikan hal yang sama dengan perbandingan satu dari Kabupaten/Kota berbanding dua dari Provinsi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, terdapat ribuan penderita katarak di Provinsi Kepri akibat terjadinya kerusakan mata yang membuat lensa mata berselaput dan rabun.

"Sebagian dari mereka harus dioperasi dan sebagian lain masih bisa disembuhkan tanpa operasi," kata Tjetjep.

(KR-LNO/E010)