Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak empat perusahaan penanaman modal asing merealisasikan usaha mereka di Kota Batam, Kepulauan Riau, dengan nilai investasi sebesar 2,150 juta dolar AS.
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Jumat, mengatakan empat perusahaan tersebut bergerak dalam bidang distributor barang impor, industri rokok, pengemasan, perdagangan alat-alat mesin berat.
"Walaupun iklim investasi sedang lesu namun investor asing masih berminat menanamkan modal di Batam," kata dia.
Ia tetap optimistis baik aplikasi atau realisasi pada 2012 akan tumbuh positif bila dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.
"Kami tetap optimistis Batam masih menarik dan akan berkembang," kata dia.
Selain realisasi, selama Januari 2012 BP Batam mencatat ada empat perusahaan asing menyatakan minat berinvestasi (menyampaikan aplikasi) di Batam dengan nilai sekitar empat juta dolar AS. Walaupun bila dibanding aplikasi periode yang sama pada 2011 yang mencapai 9 perusahaan dengan nilai investasi sekitar 14 juta dolar AS mengalami penurunan.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada 2012 melambat dibanding tahun sebelumnya akibat hantaman krisis global.
"Pertumbuhan ekonomi 2012 diperkirakan di antara 6 hingga 7 persen, di bawah tahun lalu yang mencapai 7,1 persen," kata Deputi Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Batam, Uzersyah.
Krisis global mulai mempengaruhi industri di Batam, kata dia, sehingga membuat pertumbuhan ekonomi melambat.
Meski begitu, ia mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak akan turun drastis, karena ada beberapa industri yang justru meningkat akibat dampak krisis global yang melanda negara-negara Eropa.
"Ada beberapa perusahaan yang malah kebanjiran pesanan dari negara-negara Eropa seperti Prancis," kata dia.
Menurut Uzersyah, beberapa produsen Eropa tidak dapat memenuhi pesanan akibat krisis, sehingga pemesan mengalihkan pesanannya ke pabrik-pabrik di Batam.
Agar industri di Batam dapat bertahan dari krisis global, Uzersyah mengatakan perlu dukungan pemerintah. Pemerintah harus memberikan kayakinan kepada penanam modal untuk tetap berusaha di Batam dengan menjaga kondusivitas keamanan dan investasi.
"Pemerintah daerah harus terus meningkatkan stabilitas keamanan, perbaikan infrastruktur dan sarana pendukung investasi lainnya," kata dia.
(KR-LNO/N002)
Empat PMA Realisasikan Usaha di Batam
Jumat, 24 Februari 2012 21:53 WIB
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cuaca Kepri Senin 20 April: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Empat Wilayah
20 April 2026 6:46 WIB
Empat pekerja proyek di Jagakarsa tewas, Polda Metro Jaya selidiki unsur kelalaian
04 April 2026 6:47 WIB
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB