Pemprov Kepri Cari Makanan Khas Daerah
Minggu, 1 April 2012 19:16 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencari makanan khas untuk ditetapkan sebagai penganan asli daerah.
"Kami sudah adakan polling untuk mengetahui apa saja makanan daerah yang sudah dikenal masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti di Batam, Minggu.
Dari polling, diketahui ada beberapa makanan yang sudah melekat dengan Kepri, kata dia, di antaranya otak-otak, gonggong dan sop ikan.
"Kalau minuman ada teh obeng," kata Guntur.
Meski sudah menemukan beberapa makanan khas Kepri dari polling, Guntur mengatakan pemerintah masih mencari jenis-jenis makanan lain.
Menurut Guntur, penetapan makanan khas Kepri diperlukan agar pelancong tidak bingung apa yang akan dibeli sebagai oleh-oleh dari provinsi kepulauan.
"Sehingga wisatawan tidak bertanya apa yang bisa jadi oleh-oleh," kata dia.
Kemudian, kata dia, pemerintah akan melabel usaha kecil menengah yang mengembangkan penganan khas Kepri.
Ia mengatakan pemerintah juga akan menjalin kerjasama dengan Asosiasi Tour dan Travel serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia untuk mengembangkan UMKM penganan khas Kepri.
"Jadi kalau ada wisatawan, Asita dan PHRI akan mengajak ke tempat UMKM itu," kata Guntur.
Sementara itu, anggota Kamar Dagang dan Industri Kepri, Rahman Usman, mengatakan Kadin akan membantu UKM untuk memposisikan diri sebagai perusahaan penganan khas.
"Kami akan bantu kemasan, bagaimana yang dapat menarik wisatawan," kata dia.
Kadin juga akan membantu UMKM terkait manajerial perusahaan agar terus dapat berkembang dengan pesat.
(Y011/Y008)
"Kami sudah adakan polling untuk mengetahui apa saja makanan daerah yang sudah dikenal masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Guntur Sakti di Batam, Minggu.
Dari polling, diketahui ada beberapa makanan yang sudah melekat dengan Kepri, kata dia, di antaranya otak-otak, gonggong dan sop ikan.
"Kalau minuman ada teh obeng," kata Guntur.
Meski sudah menemukan beberapa makanan khas Kepri dari polling, Guntur mengatakan pemerintah masih mencari jenis-jenis makanan lain.
Menurut Guntur, penetapan makanan khas Kepri diperlukan agar pelancong tidak bingung apa yang akan dibeli sebagai oleh-oleh dari provinsi kepulauan.
"Sehingga wisatawan tidak bertanya apa yang bisa jadi oleh-oleh," kata dia.
Kemudian, kata dia, pemerintah akan melabel usaha kecil menengah yang mengembangkan penganan khas Kepri.
Ia mengatakan pemerintah juga akan menjalin kerjasama dengan Asosiasi Tour dan Travel serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia untuk mengembangkan UMKM penganan khas Kepri.
"Jadi kalau ada wisatawan, Asita dan PHRI akan mengajak ke tempat UMKM itu," kata Guntur.
Sementara itu, anggota Kamar Dagang dan Industri Kepri, Rahman Usman, mengatakan Kadin akan membantu UKM untuk memposisikan diri sebagai perusahaan penganan khas.
"Kami akan bantu kemasan, bagaimana yang dapat menarik wisatawan," kata dia.
Kadin juga akan membantu UMKM terkait manajerial perusahaan agar terus dapat berkembang dengan pesat.
(Y011/Y008)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BP3MI Kepri matangkan skema khusus pekerja perbatasan Karimun dan Meranti
26 September 2026 17:22 WIB
ISMI Kepri 2026--2030 resmi dikukuhkan, Misni minta amanah dijalankan untuk kemajuan daerah
26 September 2026 15:49 WIB
Tito sebut monumen bahasa Penyengat jadi jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia
25 September 2026 9:50 WIB
Pemprov Kepri dan Pertamina NRE bahas rencana pemanfaatan energi Pulau Sembur
23 September 2026 22:12 WIB
Pemprov Kepri bersama DPRD tetapkan APBD Perubahan 2026 naik jadi Rp3,63 Triliun
23 September 2026 9:09 WIB
Terpopuler - Rasa Kepri
Lihat Juga
Bintan Resorts ajak masyarakat jaga kelestarian pesisir melalui aksi bersih pantai
18 September 2026 15:12 WIB