Natuna (ANTARA Kepri) - Pengelola Pantai Silas di Desa Kelanga, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyelenggarakan perlombaan permainan rakyat, olahraga hingga pertujukan hiburan musik pada setiap hari libur sebagai iven penarik hati pengunjung.
"Kami menggelar iven setiap haru libur sebagai upaya menarik pengunjung ke Pantai Silas sebagai salah satu pilihan destinasi wisata pantai," ujar Jarmin, pengelola Pantai Silas yang baru saja dibuka untuk umum, Senin di Ranai, ibu kota Natuna.
Dia mengatakan, Pantai Silas bukan hanya menawarkan keindahan alam, melainkan juga menjaga permainan rakyat yang merupakan kearifan lokal agar tetap lestari di masyarakat.
Selain itu, iven-iven olahraga juga akan menjadi prioritas.
"Bola voli pantai bukan tidak mungkin menjadi daya tarik tersendiri dari pantai ini," katanya.
Pihaknya sebagai pengelola juga akan menampilkan pertunjukan musik. "Sebagai selingan, agar masyarakat yang berkunjung juga merasa terhibur," ucapnya.
Namun, dari semua agenda tersebut, Pantai Silas tetap akan menggelar seni dan budaya masyarakat yang dikemas secara layak menjadi sebuah perlombaan yang sekalgus menjadi hiburan.
"Contoh saja, kami sudah menggelar perlombaan memasukkan sagu butir ke dalam botol," katanya.
Menurutnya, lomba semacam ini yang ditampilkan memiliki makna yang sangat dalam bagi masyarakat Desa Kelanga.
"Sagu butir yang dimasukkan ke botol merupakan bekal bagi nelayan yang melaut," ujarnya.
Di sisi lain, sagu juga memiliki makna yang besar bagi masyarakat Desa Kelanga.
Cerita di tengah-tengah masyarakat hingga kini menyebutkan bahwa persediaan sagu yang banyak di zaman dahulu sempat menjadi penyelamat bagi desa ini dari bajak laut atau dikenal dengan lanun.
Dari zaman dulu hingga sekarang Natuna merupakan jalur perdagangan dunia. Karena itu, Natuna juga merupakan tempat persinggahan para lanun.
Tiba di Desa Kelanga, lanun ini tidak jadi memasuki Desa Kelanga karena melihat persediaan sagu yang begitu banyak.
"Lanun berpikir, di desa ini banyak sekali penduduknya. Bukan seperti sangkaan mereka sebelumnya hanya sedikit sehingga mereka bisa menjadikan tempat ini sebagai markas," jelasnya.
Anggapan itu muncul di benak laun karena sagu yang berupa butiran kecil dibuat secara sederhana satu persatu digulung.
"Jadi, butiran sagu itu pastilah dibuat oleh banyak orang karena melihat stok yang berjumlah besar tersebut," ulasnya.
Padahal, butiran sagu tersebut dibuat dengan cetakan sekali buat beribu-ribu butiran sagu dapat dihasilkan oleh satu orang saja.
"Tertipulah lanun tersebut, maka hingga sekarang sagu dianggap penyelamat oleh penduduk desa dari serbuan lanun yang ingin menguasai desa mereka," tutupnya.(KR-RST/A013)
Editor: Dedi
Pantai Silas Gelar Iven Setiap Hari Libur
Senin, 21 Mei 2012 16:07 WIB
Perlombaan sagu butir di Pantai Silas, Natuna (kepri.antaranews.com/Rosyita/rd)
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Enam jenazah korban pesawat SAM Air diidentifikasi di RS Bhayangkara Papua
27 June 2023 19:04 WIB, 2023
Helikopter Caracal dikerahkan bantu evakuasi korban pesawat PK-SMW di Papua
24 June 2023 11:37 WIB, 2023
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Disdik Kepri anjurkan satuan pendidikan perbanyak tadarus selama bulan Ramadhan
14 February 2026 18:16 WIB
Pemkab Natuna gelar pasar murah stabilkan harga sembako menjelang hari keagamaan
14 February 2026 14:11 WIB