Pemerintah Bangun Batalion Marinir di Kepri
Sabtu, 2 Juni 2012 20:36 WIB
Presiden bersama Gubernur Kepri HM Sani, sejumlah menteri berfoto bersama para prajurit yang mengawal Pulau Nipa, pulau terdepan yang berbatasan dengan Singapura, Sabtu (2/6). (kepri.antaranews.com/Humas Pemprov Kepri)
Batam (ANTARA Kepri) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah akan membangun batalion Marinir di Provinsi Kepulauan Riau.
"Rencana ada satu batalion Marinir di wilayah ini," kata Presiden di Pulau Nipa, Batam, Sabtu.
Presiden mengatakan, pemilihan lokasi itu karena strategis untuk pertahanan dan keamanan negara.
Batalion Marinir itu akan menjaga keamanan Selat Malaka di daerah perairan Indonesia.
Selain itu, tentara itu juga akan menjaga perairan RI di perbatasan dari kejahatan transnasional bersama kepolisian.
Di Pulau Nipa, Presiden bersama rombongan meninjau fasilitas prajurit yang mengamankan perbatasan.
Selain itu, Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono juga menanam pohon di pulau yang direklamasi senilai ratusan miliar itu.
Presiden juga menuliskan pesan dan kesan dalam prasasti di Pulau Nipa yang berisi, "Pertahankan pos depan kita untuk kedaulatan negara."
Presiden bersama rombongan meninjau pulau terdepan usai santap siang bersama PM Singapura Lee Hsien Loong di Singapura menumpang KRI Diponengoro diiringi tiga kapal yaitu KRI Clurit, KRI Kujang dan Matacora.
Presiden sebelumnya melawat ke Singapura selama dua hari. Di Singapura, Pesiden menghadiri dan menyampaikan pidato kunci dalam Shangri La Dialog tentang pertahanan dan keamanan di Kawasan Asia Pasifik.
Selain itu, Presiden juga mengadakan pertemuan dengan Senator Amerika Serikat John McCain dan Joseph Lieberman dan menghadiri jamuan minum teh bersama Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam.
Presiden dijadwalkan menginap semalam di Kawasan Pariwisata Lagoi, Pulau Bintan dan akan kembali ke Jakarta pada Minggu (3/6). (Y011/Z002)
Editor: Rusdianto
"Rencana ada satu batalion Marinir di wilayah ini," kata Presiden di Pulau Nipa, Batam, Sabtu.
Presiden mengatakan, pemilihan lokasi itu karena strategis untuk pertahanan dan keamanan negara.
Batalion Marinir itu akan menjaga keamanan Selat Malaka di daerah perairan Indonesia.
Selain itu, tentara itu juga akan menjaga perairan RI di perbatasan dari kejahatan transnasional bersama kepolisian.
Di Pulau Nipa, Presiden bersama rombongan meninjau fasilitas prajurit yang mengamankan perbatasan.
Selain itu, Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono juga menanam pohon di pulau yang direklamasi senilai ratusan miliar itu.
Presiden juga menuliskan pesan dan kesan dalam prasasti di Pulau Nipa yang berisi, "Pertahankan pos depan kita untuk kedaulatan negara."
Presiden bersama rombongan meninjau pulau terdepan usai santap siang bersama PM Singapura Lee Hsien Loong di Singapura menumpang KRI Diponengoro diiringi tiga kapal yaitu KRI Clurit, KRI Kujang dan Matacora.
Presiden sebelumnya melawat ke Singapura selama dua hari. Di Singapura, Pesiden menghadiri dan menyampaikan pidato kunci dalam Shangri La Dialog tentang pertahanan dan keamanan di Kawasan Asia Pasifik.
Selain itu, Presiden juga mengadakan pertemuan dengan Senator Amerika Serikat John McCain dan Joseph Lieberman dan menghadiri jamuan minum teh bersama Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam.
Presiden dijadwalkan menginap semalam di Kawasan Pariwisata Lagoi, Pulau Bintan dan akan kembali ke Jakarta pada Minggu (3/6). (Y011/Z002)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor : Jo Seng Bie
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Pemerintah Jepang setujui subsidi energi Rp57,4 triliun dampak konflik Timur Tengah
26 May 2026 14:25 WIB
Pemerintah target nilai tukar rupiah ke dolar di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500
20 May 2026 11:54 WIB
Bulog Tanjungpinang tunggu penugasan pemerintah salurkan jagung pipil ke peternak
16 May 2026 17:12 WIB
Prabowo sebut pemerintah berhasil operasionalkan 1.061 Kopdes Merah Putih dalam 7 bulan
16 May 2026 15:34 WIB