Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Ribuan buruh di perusahaan industri Batam, Bintan dan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dan mogok kerja selama sehari pada 3 Oktober 2012.

"Setelah gagal melakukan perundingan dengan pemerintah, aksi itu dilaksanakan secara nasional bukan pada 14 provinsi, melainkan 21 provinsi," kata Otong Sutisna Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kepulauan Riau (FSPMI Kepri) Otong Sutisna, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Senin.

Menurut dia, aksi mogok kerja bukan sebagai bentuk perlawanan para buruh kepada pihak perusahaan, meski akibat dari aksi itu kegiatan perusahaan menjadi tidak berjalan. Aksi itu sebagai bentuk ancaman kepada pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada buruh. 

"Kami nilai aksi ini perlu dilakukan untuk mendesak pemerintah melaksanakan tuntutan para buruh,' ungkapnya.

Buruh yang tergabung di FSPMI, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia menuntut  pemerintah bersikap tegas dalam melaksanakan UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, terutama yang berhubungan dengan penghapusan tenaga outsourcing. Sampai saat ini, ribuan buruh yang bekerja di perusahaan industri di Kepri masih berstatus sebagai tenaga outsourcing.

Selain itu, buruh juga menuntut jenis barang kebutuhan pekerja yang disurvei untuk menentukan kebutuhan hidup layak sebanyak 100-120 jenis. Saat ini pemerintah hanya menaikan dari 40 jenis bahan kebutuhan pekerja menjadi 60 jenis.

"Jaminan sosial untuk para buruh juga harus diperhatikan pemerintah," katanya.

Otong mengungkapkan, jumlah buruh di Kepri yang tergabung di FSPMI sekitar 20 ribu orang, sedangkan di Serikat Pekerja Seluruh Indonesia dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SPSI dan SBSI) masing-masing sekitar 45 ribu orang.

Seluruh serikat pekerja yang tergabung di dalam Dewan Buruh di Kepri telah melakukan konsolidasi dengan para buruh sejak awal awal September 2012. Di Batam, aksi di bawah koordinasi konsulat cabang yang diketuai Joni.

"Sementara perusahaan di Karimun, konsolidasi pimpinan cabang dilakukan di Aneka Industri, sedangkan buruh di Bintan konsolidasi dilakukan oleh pimpinan cabang PT Elektronik Elektrik," ungkapnya.

Ia menegaskan aksi buruh yang dilaksanakan 3 Oktober 2012 tidak memiliki kepentingan politik organisasi tertentu. .Aksi ini, kata dia, murni untuk kepentingan para buruh.

"Kami murni memperjuangkan hak buruh," katanya. (NP/E001)

Editor: Rusdianto