Legislator: Indonesia Perlu Tambahan Wirausahawan
Rabu, 26 Desember 2012 20:26 WIB
Batam (ANTARA Kepri) - Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Kepulauan Riau, Herlini Amran mengatakan, Indonesia butuh tambahan wirausahawan baru untuk mendorong meningkatnya perekonomian.
"Indonesia butuh segera tambahan wirausahawan baru untuk mendorong peningkatan perekonomian. Wirausahawan yang ada belum cukup untuk menggenjot perekonomian," katanya dalam surat elektronik yang diterima, Rabu.
Herlini mengatakan hal tersebut dalam Pelatihan Kewirausahaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia di Batam, Selasa (25/12).
Herlini yang merupakan Legislator PKS mengatakan pertumbuhan ekonomi Indoneisa sesungguhnya sangat tergantung dengan banyaknya pengusaha dan wirausahawan.
Perekonomian Indonesia sudah termasuk dalam 15 besar di dunia, namun masih membutuhkan banyak wirausahawan untuk terus maju. Jumlah "enterpreuner" di Indonesia masih sangat rendah, belum mencapai 2 persen dari jumlah penduduk.
Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kata Herlini.
Menurut data Kementerian Koperasi, saat ini jumlah enterprenur di Indonesia baru 1,56 persen dari total jumlah penduduk 240 juta orang.
Ia mengatakan, teorinya suatu negara dapat maju apabila memiliki minimal enterpreuner 2 persen dari penduduknya.
"Butuh percepatan untuk meningkatkan persentase enterprenur baru meningkatkan perekonomian Indonesia," katanya.
Herlini berharap dengan banyaknya diadakan pelatihan kewirausahaan yang oleh Direktorat Jendral Binapenta Kemenakertras seperti ini akan meningkatkan motivasi kepada warga di Indonesia untuk menumbuhkan semangat berwirausaha.
Dalam pelatihan kewirausahaan bisnis usaha dan tata boga dilaksanakan oleh Yayasan Darussalam Batam, dihadiri oleh peserta ibu-ibu rumah tangga yang memiliki motivasi berwirausaha membangun "home industri" tata boga. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
"Indonesia butuh segera tambahan wirausahawan baru untuk mendorong peningkatan perekonomian. Wirausahawan yang ada belum cukup untuk menggenjot perekonomian," katanya dalam surat elektronik yang diterima, Rabu.
Herlini mengatakan hal tersebut dalam Pelatihan Kewirausahaan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia di Batam, Selasa (25/12).
Herlini yang merupakan Legislator PKS mengatakan pertumbuhan ekonomi Indoneisa sesungguhnya sangat tergantung dengan banyaknya pengusaha dan wirausahawan.
Perekonomian Indonesia sudah termasuk dalam 15 besar di dunia, namun masih membutuhkan banyak wirausahawan untuk terus maju. Jumlah "enterpreuner" di Indonesia masih sangat rendah, belum mencapai 2 persen dari jumlah penduduk.
Jumlah ini jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kata Herlini.
Menurut data Kementerian Koperasi, saat ini jumlah enterprenur di Indonesia baru 1,56 persen dari total jumlah penduduk 240 juta orang.
Ia mengatakan, teorinya suatu negara dapat maju apabila memiliki minimal enterpreuner 2 persen dari penduduknya.
"Butuh percepatan untuk meningkatkan persentase enterprenur baru meningkatkan perekonomian Indonesia," katanya.
Herlini berharap dengan banyaknya diadakan pelatihan kewirausahaan yang oleh Direktorat Jendral Binapenta Kemenakertras seperti ini akan meningkatkan motivasi kepada warga di Indonesia untuk menumbuhkan semangat berwirausaha.
Dalam pelatihan kewirausahaan bisnis usaha dan tata boga dilaksanakan oleh Yayasan Darussalam Batam, dihadiri oleh peserta ibu-ibu rumah tangga yang memiliki motivasi berwirausaha membangun "home industri" tata boga. (ANTARA)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Arisal Aziz janjikan insentif ninik mamak di Sumbar bila jalankan tugas
14 April 2025 11:53 WIB, 2025
Legislator minta Kemenhub kembalikan status internasional bandara RHF
21 September 2023 9:05 WIB, 2023
Legislator sebut mutu instalasi listrik di DPRD Batam perlu ditingkatkan
15 August 2023 15:20 WIB, 2023
Legislator Kepri minta pemerintah vaksin booster kedua pada petugas pelabuhan
03 January 2023 19:05 WIB, 2023
Akademisi hingga legislator Kepri jagokan Portugal juara di Piala Dunia 2022
21 November 2022 6:24 WIB, 2022
Terpopuler - Ekonomi & FTZ
Lihat Juga
Pelni Tanjungpinang ajak warga manfaatkan diskon tiket kapal periode libur sekolah
06 June 2026 15:57 WIB
Harga minyak mentah Indonesia pada Mei 2026 turun ke 106,56 dolar AS per barel
06 June 2026 14:04 WIB