Batam (ANTARA Kepri) - Musyawarah Cabang Partai Demokrat Kota Batam yang diikuti 12 Pimpinan Anak Cabang (PAC), Senin, diwarnai kericuhan.
       
Tujuh pengurus PAC tidak diperkenankan masuk ke ruang rapat dan mereka melakukan protes di luar ruangan.
       
Seorang kader yang mengaku anggota Komisi Pengawas DPD PD Batam, Robin, mengatakan DPD mengganti kepengurusan PAC di tujuh kecamatan, beberapa saat sebelum rapat dimulai. Sehingga pengurus PAC yang lama tidak diizinkan memasuki ruang rapat.
       
"Kenapa orang lama digusur tanpa pemberitahuan. Ini Partai Demokrat, bukan pribadi. Mulai dari lumpur kami perjuangkan dan bangun Demokrat ini," kata Robin berteriak.
       
Robin mengatakan tujuh PAC yang tiba-tiba diganti adalah PAC Sekupang, Sei Beduk, Batu Aji, Bulang, Galang, Sagulung, dan Belakangpadang.
       
PAC tujuh kecamatan itu tidak bisa menyalurkan suaranya dalam rapat Muscab.
       
Ketua PAC Sekupang Charles mempertanyakan kebijakan partai yang tiba-tiba. "Ketua PAC yang lama tidak diakomodir. Yang diakomodir yang baru dibentuk tanpa mekanisme jelas," kata dia.
       
Padahal SK kepengurusan PAC berlaku hingga Oktober 2013, kata dia menambahkan.
       
Dia menduga penggantian tujuh PAC itu terkait keberpihakan pengurus pada Muscab sebelumnya. Kebetulan, tujuh PAC itu tidak memilih Ahmad Dahlan sebagai Ketua DPD.
       
"Kemungkinan dulu karena tidak mendukung mereka jadi ketua," kata dia.
        
Di tempat yang sama, Sekretaris PAC Sagulung Pardamaian Simbolon mengatakan DPD membentuk pengurus PAC yang baru dengan mekanisme yang tidak jelas.
       
"Pengurus PAC baru dibentuk tanpa diketahui PAC lama," kata dia.
       
Sementara itu, dalam pertengahan rapat, beberapa Ketua PAC akhirnya diperbolehkan masuk ruangan rapat.
       
Sekretaris DPD PD Batam Rudi enggan mengomentari mekanisme pemilihan Ketua PAC yang baru tersebut.(*)

Editor: Dedi